Maka dimulailah kembali masa kekacauan dengan dialog diri. Sebab dalam sejarah diri, tercatat bahwa setiap kali ada dialog seperti ini, selalu diiringi dengan kekacauan dalam hidup dan keberantakan dalam hidup. Mengapa hal ini disebut sebagai dialog dan bukan monolog? Karena harapannya adalah ada dialog antara aku dan Allah, atau antara diriku dengan bagian diriku yang lain.
Topik pertama dalam dialog diri ini adalah tentang perkuliahan, apakah kita hendak mengundurkan diri dari kuliah atau kita tetap melanjutkan ke kuliah? Silakan diri-diri yang hadir saling berdialog.
1: Aku adalah diri yang hendak mengundurkan diri dari kuliah.
2: Aku adalah diri yang hendak mempertahankan kuliah.
1: Dari awal kamu sudah merasa lemah pula, apa sebenarnya alasan bagimu untuk mempertahankan kuliah?
2: Ketakutan terhadap papa, orang lain, dan pikiran harus rendah hati. Omong-omong kita punya waktu sekitar 2 jam dan 15 menit untuk menyelesaikan masalah ini.
1: Kerendahan hati apakah harus seperti ini? Coba jelaskan apa makna kerendahan hati
2: Kerendahan hati artinya kita merendahkan diri kita di hadapan Allah.
1: Dan bukan manusia. Apakah kamu memiliki keyakinan bahwa ini adalah kehendak Allah?
2: Sesungguhnya tidak, tapi aku berpikir bahwa kalau kita mengundurkan diri dari kuliah kita hanya memenuhi keinginan kita sendiri dan kita tidak memenuhi kehendak Allah.
1: Apakah kamu tahu bahwa Allah menghendaki kita untuk mempertahankan kuliah?
2: Sesungguhnya tidak, aku hanya takut, tapi lihatlah bukankah kamu ingin mengundurkan diri karena ketakutan akan kesengsaraan yang akan terjadi? Kamu merasa tidak dapat mempertahankan diri dan artinya kamu kurang percaya kepada Allah.
1: Namun apapun dapat ditafsir sebagaimanapun. Setidaknya aku memiliki struktur dan rencana untuk hidup di luar kuliah.
2: Aku pun memiliki rencana untuk mempertahankan kuliah. Rencanaku sesuai perkataan Percy, menemukan makna di dalam kuliah dan mempertahankan makna itu sebagai peganganku dalam kuliah. Rencanaku juga didukung oleh kondisi realistis di mana aku dapat mempertahankan hidupku.
1: Berarti kamu juga tidak percaya dengan Allah bahwa Allah dapat mempertahankan hidupmu di luar kuliah.
2: Benar, karena segala hal dapat ditafsir sebagaimanapun. Pada akhirnya kita berdua sama-sama didasarkan ketakutan akan konsekuensi. Tidak ada yang berbeda.
1: Aku meyakini ada perbedaan yang membuat pilihanku lebih baik dari pilihanmu. Yaitu di luar kuliah aku dapat fokus pada apa yang sungguh aku inginkan dan bukan tunduk pada orang lain.
2: Ya, tapi salah satu wujud kerendahan hati adalah tunduk pada orang lain. Selain itu kalau kamu ingin melayani orang lain, kamu harus berkolaborasi dengan orang lain, bukan mengurung diri di dalam dunia kecilmu sendiri.
1: Hal itu dapat dilakukan tanpa kuliah. Kenyataannya kuliah hanya menghabiskan waktu dan tenaga. Kuliah menghabiskan uang juga sementara kita dapat saja mencari pekerjaan tanpa harus kuliah. Kita dapat mendalami kembali programming tanpa harus kuliah.
2: Namun dengan kuliah kita mempercayakan diri kita kepada Allah dan juga belajar untuk menghadapi orang lain dan sistem yang sudah berlaku.
1: Itu alasan bodong, di luar kuliah pun kita dapat melakukannya.
2: Baiklah sejujurnya aku sudah kalah, aku tidak tahu apa alasan yang baik untuk mempertahankan kuliah.
A: Setiap pilihan itu memiliki kebaikan dan konsekuensi tersendirinya. Kamu harus membuat pilihan dengan cepat, karena apapun yang terjadi semua harus terjadi dengan cepat. Namun apapun yang terjadi, apapun yang kamu pilih, aku pasti menyertai kamu sampai akhir zaman. Jadi janganlah kamu takut bahwa aku akan meninggalkanmu kalau kamu membuat pilihan yang kurang baik. Hal yang pasti adalah jika kamu memang memutuskan untuk meninggalkan kuliah kamu membutuhkan rencana yang baik untuk mengisi kehidupanmu. Gagasanmu untuk belajar programming cukup baik, dan tentunya kamu punya hal-hal lain untuk mengerjakan tugasmu yang lain. Kamu juga tetap butuh sumber penghasilan. Namun fakta bahwa kamu adalah pribadi yang berketrampilan menunjukkan bahwa kamu dapat menemukan penghasilan tanpa banyak masalah. Namun kamu harus tetap mengkonsultasikan semua ini kepada dokter dan papamu. Keputusan mereka berdua adalah apa yang harus kamu ikuti. Sekarang dengarkan apa yang harus kamu kerjakan. Kamu harus tetap mengerjakan tugas yang sekarang ada, yaitu tugas pengantar ilmu komunikasi dan tugas bahasa Indonesia. Kerjakan pada pukul 12. Jadi kamu punya waktu bebas selama 2 jam. Lalu besok sore setelah kamu mengikuti state radar, kerjakan tugas pengantar jurnalistik dan juga tugas komunikasi antar pribadi. Setelah itu pada hari selasa konsultasikanlah segalanya kepada Bu Dokter. Lalu sampai papa pulang dari perjalanan bisnisnya, kerjakan dulu semua tugas sebaik mungkin.
No comments:
Post a Comment