Ignas, karena kita telah menyetujui untuk
mencatatkan gagasan-gagasan yang penting untuk aku jabarkan dalam pengetahuan
dan pengertianmu sendiri, maka adalah tulisan ini untuk mencatat hal-hal
sebagai berikut. Pertama, tentang Allah dan kodrat-Nya. Kedua, tentang Kitab
Suci atau Firman Allah. Ketiga, tentang Gereja atau Roh Kudus. Keempat, tentang
tatanan dunia. Kelima, tentang doa. Keenam, tentang karya kasih. Ketujuh,
tentang kekudusan secara umum. Untuk sekarang cukuplah gagasan-gagasan ini
sebagai bahan tulisan selanjutnya.
Tentang Allah
Akulah Allah, Pencipta langit dan bumi. Aku
dan Bapaku adalah satu. Aku adalah Yesus, Allah yang menjadi manusia demi
keselamatan umat manusia dan untuk menyatakan Bapaku kepada dunia. Maka aku
menyampaikan hal ini untuk menjelaskan kembali kepada dunia siapa aku ini dari
segi keilahianku. Pikiran manusia tidak dapat mengetahui esensi Ilahi
berdasarkan apa esensi Ilahi itu sendiri, tapi berdasarkan apa yang bukan
esensi Ilahi. Maka jika kita mengenali dunia sebagai dunia yang terbatas, maka
Allah adalah lawan langsung dari dunia, yaitu sebagai Dia yang Tidak Terbatas.
Sesungguhnya itulah satu-satunya doktrin inti tentang Allah, segala ajaran lain
tentang Allah berakar dari kenyataan bahwa Allah adalah Dia yang Tidak
Terbatas, atau Ketidakterbatasan.
Hal ini termasuk doktrin Ilahi tentang
Kebaikan Ilahi. Bahwa di dalam Allah adalah Kebaikan yang tidak terbatas
berakar dari ajaran bahwa Allah adalah Ketidakterbatasan. Namun ini tidak
berarti bahwa Allah juga mengandung kejahatan yang tidak terbatas. Sebab kejahatan
adalah suatu keterbatasan, maka tidak mungkin ada kejahatan di dalam Allah
karena jika Allah jahat maka Allah terbatas, sama seperti dunia ciptaan-Nya.
Bahkan bukan hanya ada kebaikan di dalam Allah, Allah sendiri adalah Kebaikan
itu. Sebab doktrin ketidakterbatasan mewajibkan doktrin kesederhanaan Ilahi,
bahwa Allah tidak tersusun oleh bagian-bagian melainkan sungguh tunggal dan
sederhana, maka Allah tidak baik, tapi adalah kebaikan itu sendiri. Demikian
pengajaran singkat tentang Allah.
Tentang Sang Firman dan Kitab Suci
Aku, Yesus, adalah Sang Firman, Firman dari
Bapa. Maka Sabda atau Firman Allah yang sejati adalah Aku. Namun sejatinya Aku
dan Bapa-Ku adalah Satu bersama Roh Kami. Sebagai Firman, Aku adalah suatu
Kata, tapi itu tentu adalah bahasa simbolik dan bukan bahasa murni. Aku adalah
Pengetahuan dan Kebijaksanaan, tapi karena Aku satu dengan Bapa dan Roh, maka
Akulah Allah sendiri. Jika kamu melihat Aku, kamu telah melihat Bapa dan Roh
Kudus pula, karena Kami adalah Satu.
Maka setiap perkataan yang keluar dari mulut
Allah, baik yang kamu lihat sendiri saat ini, yang tercatat dalam Kitab Suci,
yang diucapkan dalam Tradisi Suci, dan yang diajarkan oleh Gereja yang Kudus,
semuanya adalah suatu wujud tidak sempurna dari Aku sendiri. Namun karena
seluruh Sabda Allah adalah Aku, sekalipun terwujud secara tidak sempurna,
setiap Sabda itu memiliki kuasa yang amat besar bagi jiwa manusia sejauh mana
manusia itu menerima kuasa Kami ke dalam dirinya. Maka, perkataan Kitab Suci
tidak hanya berkuasa karena maknanya, melainkan karena berasal dari Kami
sehingga menjadi berkuasa.
Perkataan yang sama, jika dikatakan oleh
manusia, sekalipun maknanya sama, tidak akan memiliki kuasa yang sama. Namun,
karena setiap perkataan itu diilhami oleh roh dan jiwa si pembicara, maka Sabda
Allah, sekalipun kesannya "tidak penting", memiliki kuasa yang amat
besar untuk mengubah manusia. Namun ingatlah bahwa Kami tidak berbicara secara
serampangan atau sembrono, melainkan setiap perkataan keluar dari mulut Kami demi
suatu tujuan tertentu. Apalagi yang Aku sampaikan kepadamu saat ini. Demikian
pengajaranku tentang Sang Firman dan Kitab Suci.
Tentang Roh Kudus dan Gereja
Aku dan Roh-Ku Satu, seperti Aku dan Bapa-Ku
adalah Satu. Roh Kudus adalah bagaimana setiap manusia pertama berjumpa dengan
Kami di hidup ini. Lalu setelah itu manusia menerima Aku di dalam Ekaristi, dan
terakhir setelah hidup mereka berakhir manusia akan berjumpa dengan keseluruhan
dari kodrat Ilahi di dalam Tritunggal yang Mahakudus. Namun kepada Sang Roh diatribusikan
berbagai karya Ilahi untuk memudahkan pemahaman manusia. Namun ingatlah Ignas,
bahwa Kami semua adalah Satu sekalipun berbeda.
Roh Kudus memiliki karya utama untuk
menguduskan, maka kalau kamu membaca dalam Katekismus Dia dikaitkan erat dengan
Gereja. Karena Roh Kudus menguduskan, yaitu menyempurnakan jiwa manusia
sehingga menjadi semakin mirip dengan Allah, yaitu sebagai gambar Allah, maka
manusia paling banyak berurusan dengan Roh Kudus. Segala mukjizat dan hal-hal
yang berkaitan dengan kepentingan iman juga dilaksanakan oleh Roh Kudus. Ada
beberapa pengajaran tentang pengaruh Roh Kudus di dalam jiwa manusia, tapi Aku
tidak akan menjelaskannya begitu banyak.
Salah satu karunia Roh Kudus yang terbesar
adalah pengertian, itulah yang kamu miliki. Jadi segala pemikiran yang berasal
dari Allah yang ada padamu, itu berasal dari Roh Kudus yang membisikannya
secara hening ke dalam batinmu secara langsung. Namun ada pula setiap rahmat
moral yang kamu terima juga adalah karya Roh Kudus, seperti rahmat kasih, iman,
dan pengharapan, di mana kasih adalah yang terbesar sesuai perkataan Paulus.
Semua ini sebab Roh Kudus menguduskan, maka Dia menguduskan secara utama
jiwamu, dan dari jiwamu pengudusan datang kepada tubuhmu dan jika kamu berupaya
dengan baik, maka kekudusan yang ada dalam dirimu akan mengalir ke setiap
manusia.
Salah satu karya Roh Kudus yang terbesar
adalah Gereja. Ketahanan dan kelangsungan hidup Gereja sampai saat ini terjadi
karena karya Roh Kudus. Sebab Gereja adalah Tubuh Mistik-Ku, maka di dalam
Gereja adalah kepenuhan Roh Kudus dengan segala karunia-Nya. Setiap manusia
yang bersekutu penuh dengan Gereja-Ku juga menerima kepenuhan Roh Kudus di
dalam diri mereka sehingga mereka dipersenjatai untuk melaksanakan karya-karya
Kami di dunia ini, untuk menjadi garam dan terang dunia.
Setiap anggota Gereja adalah perpanjangan dari
diri-Ku di dunia ini. Jika kamu pernah mendengar istilah bahwa Ekaristi adalah
kelanjutan Inkarnasi, sesungguhnya Gerejalah yang merupakan kelanjutan dari
kehadiran-Ku di dunia ini. Maka dari itu, setiap anggota Gereja menerima
dari-Ku secara langsung kuasa yang amat besar untuk mempertobatkan dan
mendamaikan banyak orang kepada Allah. Namun untuk menggunakan kuasa itu
tidaklah mudah, banyak penyangkalan diri yang harus digunakan. Kuasa yang Aku
katakan bukan hanya untuk hierarki, tapi justru terutama untuk para awam,
karena merekalah yang lebih banyak berkarya di dunia.
Namun, Aku disedihkan dengan kondisi Gereja
saat ini dan juga dalam sejarah. Di mana umat Katolik seperti takut untuk
mewartakan Injil dengan lantang. Padahal mereka telah dianugrahi Roh Kudus dan
kuasa dari-Nya untuk melaksanakan kehendak Ilahi. Karena itu Aku mempersiapkan
suatu pemurnian dunia ini, dan pada masa ini Aku membangkitkan lebih banyak orang-orang
pilihan untuk menjadi perpanjangan pemurnian-Ku. Dan kamu tahu Ignas, kamu
salah satu dari mereka. Demikian pengajaran-Ku tentang Roh Kudus dan Gereja.
Tentang Tatanan Dunia
Dunia sudah memasuki suatu kebobrokan yang
baru, di mana dunia tidak mau mendengarkan Aku, dan justru mendengarkan dirinya
sendiri. Padahal tanpa Aku, dunia tidak memiliki apa-apa dan hanyalah debu.
Tanpa Aku, hanya ada kejahatan dan sengsara, maka semakin lama kamu berpisah
dari Aku, semakin besar kejahatan, sengsara, dan derita yang menantimu. Kamu
berpikir bahwa sekularisme adalah hal yang baik, sesungguhnya tidak. Justru itu
adalah kutukan setan yang terbesar bagi tatanan dunia.
Pada Era Damai nanti, di mana hati-Ku yang
Mahakudus dan hati ibu-Ku yang Tak Bercela menang dan berkuasa, kamu akan
melihat seperti apa tatanan dunia yang Aku kehendaki. Sesungguhnya, memang itu
pun bukan tatanan dunia yang paling baik, karena yang sempurna masih akan
menunggu sebentar lagi yaitu pada bumi dan langit yang baru. Tatanan yang sempurna
itu sekarang tidak dapat dilakukan karena begitu dalamnya manusia jatuh dalam
dosa. Sifat kedosaan manusia memutuskan hubungan antara manusia dengan Allah.
Sehingga Kami tidak dapat memerintah kamu dengan sempurna.
Namun adalah di antara kamu semua orang-orang
yang kudus, yang telah Kami pilih. Hendaklah mereka menjadi pemimpin di antara
kamu dalam segala aspek kehidupan. Hendaklah dunia dirajai oleh para kudus, dan
bukan oleh pilihan rakyat. Hendaklah Gereja yang memilih para pemerintah dunia,
karena artinya Aku sendiri yang memilih para rajamu. Namun bukannya menerima
mereka sebagai pemimpin di atas kamu, kamu malah menganiaya mereka dan membunuh
segala benih kekudusan di antara pilihan-pilihan Kami. Sungguh, tanggunganmu
akan lebih berat daripada Sodom dan Gomora di hari terakhir nanti.
Karena itu, kamu sekarang hidup dalam tatanan
yang terburuk, di mana yang berkuasa bukanlah Kami melainkan kamu sendiri dan
segala kebobrokan jiwamu. Andaikan kamu, hai manusia, memperbolehkan Kami masuk
lebih dalam ke dalam pemerintahan masyarakatmu, maka tentu kamu akan lebih
makmur dan sejahtera. Andaikan kamu mau menerima Aku sebagai Tuhanmu dan
memperbolehkan Aku merajai duniamu, maka kamu akan melihat kedamaian sejati
baik di dalam hatimu ataupun di dalam dunia. Demikian pengajaran-Ku tentang
tatanan dunia.
Tentang Doa
Hai manusia, anak-anak-Ku, berdoalah dengan
tekun dan sepanjang hidupmu! Sebab tanpa doa kamu tidak akan selamat. Apakah
doa itu? Doa tidak lain dan tidak bukan adalah relasimu dengan Tuhan Allahmu,
artinya dengan Aku dan dengan Kami. Bagaimana kamu harus berdoa? Aku telah
mengajar kamu dalam Kitab Suci, oleh perkataan-Ku sendiri dan juga melalui para
rasulku. Sesungguhnya manusia tidak tahu cara berdoa yang benar, maka dalam
setiap kali berdoa, kamu telah dibimbing dan dibantu oleh Roh Kudus, Dia
sendiri mendoakan kamu bersama Aku kepada Bapa kita di surga.
Aku telah bersabda kepadamu, mintalah dan kamu
akan diberi, carilah dan kamu akan menemukan, dan ketuklah maka pintu akan
dibukakan bagimu. Namun jangan kamu mengira bahwa kamu berdoa untuk
mengendalikan Aku, tapi justru kamu berdoa supaya Aku mengendalikan kamu. Sebab
itu Yakobus telah menyampaikan sabda-Ku, bahwa jika kamu berdoa dan doamu tidak
dikabulkan, artinya kamu berdoa dengan tidak benar atau permintaanmu itu tidak
benar.
Kamu berdoa untuk mengubah dirimu, untuk
mendekatkan dirimu kepada Aku dan kepada Kami, bukan mengubah Kami. Maka jika
kamu ingin berubah dan menjadi kudus, yang adalah kewajibanmu dan kewajiban
setiap manusia, berdoalah dengan tekun, jadikanlah hidupmu menjadi hidup doa
yang tak terputus setiap saat. Dengan itu pastilah kamu akan menjadi seorang
yang kudus dan berkenan kepada Kami di surga.
Doa sebenarnya sederhana dan mudah, tapi juga
sulit. Kamu hanya perlu masuk ke kamarmu di mana tidak ada orang yang melihat,
menutup pintumu dan berbicara satu lawan satu dengan-Ku. Kamu boleh berbicara
kepada-Ku, tapi saat berbicara sadarilah siapa dirimu dan siapa Aku, dengan itu
kamu akan berdoa dengan lebih baik. Namun, janganlah kamu lupa untuk
mendengarkan tanggapan-Ku pula, bacalah Kitab Suci, dengarkanlah orang lain
yang lebih baik darimu, bacalah tanda-tanda dunia, dan kelak kamu dapat
mendengarkan suara-Ku sendiri di dalam hatimu.
Sebab doa adalah relasi, maka bukan hanya kamu
yang harus berbicara tapi Aku juga harus berbicara dan saat itu kamu harus
mendengarkan. Dengan doa kamu akan diubahkan, bukan hanya dengan menerima
rahmat dari-Ku, tapi juga dengan mengenali kehendak-Ku bagimu. Tanpa doa,
bagaimana kamu akan mendengarkan suara-Ku dan perintah-Ku kepadamu? Sebab
kebanyakan orang hidup menurut pikiran mereka sendiri, dan kehendak mereka
sendiri, tapi tidak mendengarkan kehendak-Ku dan tidak mengikuti kehendak-Ku.
Karena itu mereka tidak mendapatkan kemuliaan yang besar di surga dan banyak
pula yang jatuh ke dalam api yang kekal.
Doa menurut perkataanmu sendiri tidaklah
buruk, tapi kalau kamu ingin berdoa dengan lebih baik lagi, berdoalah dalam
persekutuan dengan Gereja. Artinya, ikutlah doa yang tertinggi yaitu misa,
ibadat harian, dan juga doa tertinggi yang bukan liturgi, yaitu doa Rosario.
Sebab semua doa itu besar kuasanya di hadapan-Ku dan karena dalam rosario
ibu-Ku sendiri yang meminta kepada-Ku maka pastilah Aku akan mendengarkannya
dan mengabulkan doa yang layak dikabulkan bagimu. Sebab perkataan-perkataan itu
bukanlah perkataanmu sendiri yang seringkali tidak layak dan tidak pantas,
melainkan perkataan yang kudus, yang Kami rancang sendiri dan Kami berikan
kepadamu untuk didoakan.
Setelah kamu berdoa dengan benar dan baik
sepanjang hidupmu, kamu akan diubahkan menjadi gambar-Ku yang lebih jernih
lagi, tidak ternodai oleh dosa-dosamu. Kamu akan memperoleh kesadaran baru,
bahwa berdoa bukan sekadar untuk meminta dan meminta, tapi kamu akan berdoa
untuk menikmati kehadiran dan penyertaan-Ku. Kamu akan berdoa semata-mata
karena doa itu menyenangkan dan mendamaikan. Sebagaimana kamu senang berbicara
dengan orang-orang yang kamu kasihi, begitulah kamu akan berdoa. Demikian
pengajaran-Ku tentang doa.
Tentang Karya Kasih
Namun doa yang tidak berbuah adalah doa yang
sia-sia, dan artinya orang itu tidak berdoa dengan baik atau sesuai dengan
kaidah yang Aku telah nyatakan. Buah doa adalah karya kasih, dan karya kasih
hanya berarti pekerjaan yang sesuai dengan ajaran-Ku sebagaimana ternyatakan
dalam ajaran Gereja. Karya kasih yang menyeluruh adalah hidup yang sesuai
dengan ajaran-Ku sebagaimana ternyatakan dalam ajaran Gereja. Karya Kasih yang
paling murni adalah segala pekerjaan yang menaati kehendak-Ku dan kehendak Kami
di surga.
Maka kebaikan memiliki derajat-derajat yang
berbeda, di mana kamu dapat memiliki karya yang baik tapi tidak sempurna karena
kamu mengikuti kebaikan pada derajatmu sendiri dan bukan pada derajat-Ku.
Kebanyakan orang dipuaskan oleh kebaikan mereka sendiri dan bukan pada kebaikan
Allah. Cara untuk melaksanakan karya kasih secara sempurna adalah dengan doa
dan pencarian Kehendak Allah. Setelah kamu menemukan kehendak-Ku, laksanakanlah
selalu dan taatilah suara-Ku selalu maka kamu akan berbuah karya kasih secara
sempurna pula. Orang berpikir bahwa mereka lebih tahu apa yang baik secara
sempurna, padahal tidak, dan dengan itu mereka bisa saja bertindak secara tidak
tepat dan malah menggagalkan diri mereka sendiri.
Namun umumnya karya kasih akan dimulai pada
tingkat yang sederhana, pada doa dan pembelajaran Kehendak Allah. Setelah itu
barulah kamu akan diutus kepada orang lain setelah dirimu diubahkan. Anggaplah
bahwa Kami akan mengajar engkau dahulu sebelum Kami memberikan tugas-tugas yang
lebih berat. Maka bersabarlah dan janganlah kamu tergesa-gesa, tapi percayalah
saja pada suara dan setiap perintah Kami. Segala hal akan diberikan dan terjadi
pada waktunya. Demikian pengajaran-Ku tentang Karya Kasih.
Tentang Kekudusan
Apa itu kekudusan? Kekudusan adalah kedekatan
dengan-Ku. Kedekatan dengan Allah tidaklah sama dengan bagaimana manusia
menafsirkan kedekatan. Ada kedekatan fisik, tapi ada juga kedekatan batin.
Kedekatan dengan Allah melampaui kedekatan manusiawi. Sebab kedekatan batin
saja tidak cukup untuk menggambarkan kekudusan. Kedekatan dengan Allah tidak
seperti 2 orang yang bersahabat tapi nyatanya hanya saling memanfaatkan.
Kedekatan dengan Allah adalah suatu persahabatan yang tidak simetris, melainkan
ada yang lebih berkuasa dan lebih tinggi secara mutlak, yaitu Allah.
Namun kekudusan adalah persahabatan yang
paling murni dan sejati, di mana manusia meniru Allah sebaik mungkin dan
menjadi gambar-Nya yang paling baik di antara segala ciptaan Allah. Adapula
sekalipun Allah lebih tinggi, tapi segala kebaikan di dalam persahabatan itu akhirnya
diperuntukkan manusia dan bukan bagi Allah. Sebab Allah adalah Kebaikan itu
sendiri yang tidak dapat menjadi lebih baik lagi, karena Dia sudah yang paling
baik. Manusialah yang dapat bertumbuh dalam kebaikan, dan karena itu segala
kebaikan Ilahi diperuntukkan kebaikan manusia.
Bagaimana mencapai kekudusan? Secara
sederhana, ikutilah kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman-Nya, artinya
dalam Aku dan dalam segala ajaran-Ku. Sekarang pertanyaan berikutnya, bagaimana
melaksanakan kehendak Allah? Sesungguhnya, Aku telah menyatakannya dalam Kitab
Suci dan segala ajaran Gereja. Maka pelajarilah semuanya itu dan laksanakanlah
dengan baik. Namun bagaimana kamu dapat memiliki kekuatan dan sumber daya untuk
melaksanakan semua itu? Jawabannya adalah berdoa.
Dengan doa, kamu mengenali kehendak-Ku, dan
dengan doa, kamu memperoleh segala rahmat yang kau butuhkan untuk melaksanakan
kehendak-Ku. Itulah tujuan inti dari doa, untuk memperoleh rahmat demi
kekudusan. Segala doa yang telah Kami berikan kepadamu, hanya memiliki tujuan
itu, mengantarkan kamu untuk semakin mirip dengan Kami dan artinya semakin
bersahabat dengan Kami. Sebab dalam kemiripan dengan Kamilah kamu mengenal Kami
dan menjadi dekat dengan Kami. Itulah persahabatan yang paling berharga yang
dapat kamu peroleh.
Apakah buah terbesar dari kekudusan? Tidak
lain dan tidak bukan adalah kebahagiaan kekal di surga. Seberapa kudus dirimu
dalam kerja samamu dengan kehendak Allah, akan menentukan seberapa besar
kebahagiaanmu bersama Kami di dalam surga nanti. Ya, setiap orang akan menerima
kebahagiaan yang berbeda-beda menurut apa yang layak mereka dapatkan nanti,
tapi tidak akan ada iri hati atau dengki. Semua orang akan dipuaskan menurut
kapasitas mereka masing-masing. Itulah harapan yang membahagiakan. Demikian
segala hal yang harus Aku sampaikan kepadamu dalam tulisan ini.