Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita semua.
Pada hari ini kita
disuguhkan 2 bacaan yang kembali lagi agak berbeda topik oleh Allah. Namun
setidaknya ada yang menarik karena dalam kedua bacaan, Allah sendiri yang berbicara.
Pada bacaan pertama, pesan utama adalah tentang mengandalkan Allah. Siapa yang
hanya mengandalkan manusia akan menemui keburukan, tapi dia yang mengandalkan
Allah akan menemui kebaikan. Bacaan Injil memiliki banyak pesan, tapi aku akan
menafsir beberapa saja.
Dalam Injil ada 2
pesan yang menarik, yaitu tentang kasih Allah dan juga tentang kekerasan hati
manusia. Ada satu kata yang menarik perhatianku yaitu “anak”, Abraham tetap
menyebut orang kaya yang menderita itu “anak”. Artinya, kasih Allah itu sungguh
kekal dan tidak bersyarat. Sekalipun kita telah memilih neraka, Allah tetap
mengasihi kita, hanya saat kita berada di neraka, kita menolak Allah secara
kekal pula. Pada bagian akhir, Abraham menyatakan bahwa pada mereka yang masih
ada hidup ada kesaksian Musa dan para nabi, jika mereka tidak mau bertobat
karena itu, orang yang bangkit dari antara orang mati pun tidak akan meyakinkan
mereka.
Artinya dalam
kondisi-kondisi tertentu, hati manusia dapat menjadi begitu keras, karena
pilihan manusia itu sendiri, sehingga dia akan buta terhadap tanda-tanda dunia
dan Allah dan dia akan terus menolak kasih Allah dalam wujud apapun kasih itu
hadir. Perkataan Abraham tentang orang yang bangkit dalam cerita Yesus sebenarnya
adalah Yesus yang menubuatkan tentang kebangkitan Dia sendiri. Orang yang mau
percaya, akan percaya tanpa harus melihat orang mati yang bangkit, tapi orang
yang tidak mau percaya, tidak akan percaya sekalipun melihat Yesus Kristus yang
bangkit.
Kalau kita berusaha
memahami kedua bacaan secara bersamaan, barangkali Lazarus adalah orang yang
sepenuhnya mengandalkan Allah seumur hidupnya, tapi orang kaya yang diceritakan
adalah orang yang hanya mengandalkan manusia, dirinya sendiri. Karena pilihan
mereka itu, Lazarus bahagia dan si orang kaya menderita di alam maut. Namun,
digabungkan dengan fakta bahwa Allah mengasihi ktia dengan sangat, maka
pesannya akan diperkaya.
Allah mengasihi kita
secara kekal dan tak bersyarat, sehingga sekalipun kita menolak Dia di dalam
hidup ini, Dia tidak langsung menghakimi kita dan mengirim kita ke neraka.
Justru Dia memberikan kita waktu sampai akhir hayat kita untuk memilih Dia. Salah
satu bagian dari pilihan itu adalah tentang mengandalkan Dia. Apa arti dari
mengandalkan Tuhan? Artinya adalah suatu orientasi hati dan jiwa yang percaya
dan berserah kepada Allah sebagai Dia yang berhak memberikan keputusan terakhir,
dan keputusan Allah ialah yang paling baik. Dalam kata lain, mengandalkan Allah
adalah mengandalkan kebaikan yang terbesar.
Sesungguhnya,
bukti-bukti dan tanda-tanda Allah sudah tersebar di mana-mana, dan terutama di
dalam sesama kita. Maka janganlah kita hanya mencari tanda yang luar biasa,
tapi marilah kita melihat yang luar biasa di dalam yang biasa. Karena itu Allah
menunjuk pada kesaksian para nabi dan sekarang pada kesaksian Kristus sebagai
tanda kita, yang diteruskan dalam setiap dari sesama kita. Sebab jika kita
hanya mencari yang luar biasa, sebenarnya yang kita cari adalah pemenuhan
keinginan kita sendiri dan bukan Allah. Allah telah memanggil kita, jangan sampai
kita mencari-cari alasan hanya untuk menolak, melainkan marilah kita menjawab
Ya kepada Allah dalam segala situasi, Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment