Thursday, March 17, 2022

Renungan 17 Maret 2022

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita semua.

Pada hari ini kita disuguhkan 2 bacaan yang kembali lagi agak berbeda topik oleh Allah. Namun setidaknya ada yang menarik karena dalam kedua bacaan, Allah sendiri yang berbicara. Pada bacaan pertama, pesan utama adalah tentang mengandalkan Allah. Siapa yang hanya mengandalkan manusia akan menemui keburukan, tapi dia yang mengandalkan Allah akan menemui kebaikan. Bacaan Injil memiliki banyak pesan, tapi aku akan menafsir beberapa saja.

Dalam Injil ada 2 pesan yang menarik, yaitu tentang kasih Allah dan juga tentang kekerasan hati manusia. Ada satu kata yang menarik perhatianku yaitu “anak”, Abraham tetap menyebut orang kaya yang menderita itu “anak”. Artinya, kasih Allah itu sungguh kekal dan tidak bersyarat. Sekalipun kita telah memilih neraka, Allah tetap mengasihi kita, hanya saat kita berada di neraka, kita menolak Allah secara kekal pula. Pada bagian akhir, Abraham menyatakan bahwa pada mereka yang masih ada hidup ada kesaksian Musa dan para nabi, jika mereka tidak mau bertobat karena itu, orang yang bangkit dari antara orang mati pun tidak akan meyakinkan mereka.

Artinya dalam kondisi-kondisi tertentu, hati manusia dapat menjadi begitu keras, karena pilihan manusia itu sendiri, sehingga dia akan buta terhadap tanda-tanda dunia dan Allah dan dia akan terus menolak kasih Allah dalam wujud apapun kasih itu hadir. Perkataan Abraham tentang orang yang bangkit dalam cerita Yesus sebenarnya adalah Yesus yang menubuatkan tentang kebangkitan Dia sendiri. Orang yang mau percaya, akan percaya tanpa harus melihat orang mati yang bangkit, tapi orang yang tidak mau percaya, tidak akan percaya sekalipun melihat Yesus Kristus yang bangkit.

Kalau kita berusaha memahami kedua bacaan secara bersamaan, barangkali Lazarus adalah orang yang sepenuhnya mengandalkan Allah seumur hidupnya, tapi orang kaya yang diceritakan adalah orang yang hanya mengandalkan manusia, dirinya sendiri. Karena pilihan mereka itu, Lazarus bahagia dan si orang kaya menderita di alam maut. Namun, digabungkan dengan fakta bahwa Allah mengasihi ktia dengan sangat, maka pesannya akan diperkaya.

Allah mengasihi kita secara kekal dan tak bersyarat, sehingga sekalipun kita menolak Dia di dalam hidup ini, Dia tidak langsung menghakimi kita dan mengirim kita ke neraka. Justru Dia memberikan kita waktu sampai akhir hayat kita untuk memilih Dia. Salah satu bagian dari pilihan itu adalah tentang mengandalkan Dia. Apa arti dari mengandalkan Tuhan? Artinya adalah suatu orientasi hati dan jiwa yang percaya dan berserah kepada Allah sebagai Dia yang berhak memberikan keputusan terakhir, dan keputusan Allah ialah yang paling baik. Dalam kata lain, mengandalkan Allah adalah mengandalkan kebaikan yang terbesar.

Sesungguhnya, bukti-bukti dan tanda-tanda Allah sudah tersebar di mana-mana, dan terutama di dalam sesama kita. Maka janganlah kita hanya mencari tanda yang luar biasa, tapi marilah kita melihat yang luar biasa di dalam yang biasa. Karena itu Allah menunjuk pada kesaksian para nabi dan sekarang pada kesaksian Kristus sebagai tanda kita, yang diteruskan dalam setiap dari sesama kita. Sebab jika kita hanya mencari yang luar biasa, sebenarnya yang kita cari adalah pemenuhan keinginan kita sendiri dan bukan Allah. Allah telah memanggil kita, jangan sampai kita mencari-cari alasan hanya untuk menolak, melainkan marilah kita menjawab Ya kepada Allah dalam segala situasi, Tuhan memberkati.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...