Saturday, August 13, 2022

Rahasia Kebahagiaan

Apakah cara untuk menjadi bahagia? Sebagai OMK, kita senang menikmati hal-hal, dan suka menjadi senang. Namun bagaimana cara mencapai kesenangan atau kebahagiaan itu? Ternyata tidak selalu terkait dengan hal-hal duniawi.

Hal-hal duniawi memang dapat membuat kita senang dan gembira, tapi ternyata ada hal yang yang mengantar pada suatu kebahagiaan yang lebih besar lagi yaitu kekudusan. Kekudusan adalah kedekatan dengan Tuhan, memangnya bagaimana caranya kekudusan mengantar pada kebahagiaan, bahkan yang paling besar? Logikanya begini, Tuhan adalah Kebaikan Murni, bahkan Dia adalah Kebaikan itu sendiri dan Kebaikan Tertinggi. Jadi kalau kita menjadi kudus dan mendekat dengan Tuhan, otomatis kita akan mencapai Kebaikan Tertinggi yang mengarah pada Kebahagiaan Tertinggi.

Lalu bagaimana cara kita menjadi kudus? Kekudusan dapat dicapai dengan 3 cara yaitu doa, pembelajaran iman, dan kasih. Doa dan pembelajaran iman menunjang kasih, karena kasih adalah puncak dari kekudusan. Sebenarnya kekudusan itu dicapai dengan melaksanakan kehendak Allah, tapi kita tahu bahwa Allah menghendaki kita untuk berbuat kasih. Maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita tahu kasih itu dan cara melaksanakan kasih itu?

Kasih yang diminta dari kita adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Pembelajaran iman dibutuhkan karena dengan itu kita mempelajari Allah dan dengan itu kita dapat semakin mengasihi Allah karena kita hanya dapat mengasihi apa yang kita ketahui. Doa dibutuhkan karena kita membutuhkan relasi dengan Allah untuk mengasihi-Nya dan doa pada dasarnya adalah berelasi dengan berkomunikasi dengan Allah. Namun, ada fungsi lain dari doa dan pembelajaran iman.

Dalam mengasihi sesama kita membutuhkan pengetahuan dan kekuatan, doa dan pembelajaran iman juga memenuhi 2 fungsi itu. Dengan doa kita memperoleh rahmat dari Allah, baik pengetahuan atau kekuatan, untuk mengasihi sesama. Dengan pembelajaran iman kita memperoleh pengetahuan tentang bagaimana caranya mengasihi sesama. Dari mana kita mempelajari iman? Iman dapat dipelajari dari Kitab Suci ataupun dari Ajaran Gereja. Maka semuanya saling berkaitan untuk menunjang hidup kekudusan kita.

Tujuan akhir dari kekudusan bukan kebahagiaan di dunia ini, melainkan di hidup berikutnya bersama Allah. Sebab Allah menjanjikan kepada kita yang beriman kepada-Nya secara sempurna suatu kebahagiaan yang mengatasi segala kesenangan dan kegembiraan di dunia ini. Jadi hendaknya kita semua mempertimbangkan secara tepat arah kehidupan kita supaya kita dapat memperoleh Kebahagiaan Kekal itu, dan bukan kehilangan selama-lamanya.

Sekarang kita tahu bahwa kebahagiaan tidak selalu berkaitan dengan hal-hal duniawi. Kebahagiaan justru lebih sering berasal dari hal-hal yang rohani, seperti doa, pembelajaran iman, dan karya kasih. Bahkan hal-hal inilah yang akan mengantar kita pada kebahagiaan yang sejati.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...