Thursday, June 9, 2022

Tulisan Persiapan (adaptasi dari Preparatory Text)

Pendahuluan

Roh Kudus telah menggerakkan aku untuk kembali menulis materi filsafat yang tinggi. Hal ini dipicu pemberian buku metafisika Thomas Aquinas dari Bu Maria. Kali ini aku tidak lagi menulis atas pikiranku sendiri melainkan atas pikiran Roh Kudus. Tujuannya adalah mempelajari Allah karena metafisika pada utamanya adalah pembelajaran tentang Allah dengan cara yang dapat dinalar secara kodrati oleh manusia. Allah menyatakan bahwa Dia dapat diperoleh dengan rahmat akal budi kodrati, untuk itu kita akan meneliti hal tersebut dan menerima Wahyu Ilahi.

Pembelajaran Kitab Suci

Studi Kitab Suci tidak akan berakhir melainkan berlanjut bersama dengan studi filsafat. Sebab Kitab Suci adalah Sabda Allah yang Kudus, bukan karena perkataan manusia adalah kudus melainkan karena Kristus, yaitu Sabda Allah yang mutlak, adalah Kudus, sebab Dialah Allah sendiri. Kita menulis tentang Kitab Suci karena iman Ilahi yang terinspirasi pada Allah, bahwa Kitab Suci terinspirasi secara Ilahi dan karena itu layak untuk dipelajari dan dipahami secara lebih mendalam. Tujuannya adalah pemahaman lengkap tentang siapa Dia yang secara Mutlak Ada. Suatu integrasi dengan segala studi filsafat untuk menyingkap Sang Kebenaran. Inilah yang aku rasakan Roh Kudus membimbingku ke arah.

Akhir

Akhir dari manusia adalah Allah, sebagaimana Dia adalah awalnya. Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus, mengajar bahwa akhir manusia adalah memandang Allah muka ke muka. Artinya adalah memahami Allah dalam suatu penglihatan intelektual. Penglihatan itu dapat mengarah pada sukacita dan kebahagiaan yang besar, yang kekal dan tidak berubah, itulah akhir manusia.

Sekarang banyak dikatakan bahwa Allah tidak dapat dipahami. Ini tidak menghentikan Roh Kudus untuk menggerakkan aku untuk menulis tentang apa yang Dia ingin aku tulis. Artinya sampai suatu titik Allah dapat dipahami. Sebab apa pahala menulis tentang Allah yang tidak dapat dipahami? Namun mungkin saja Allah memiliki alasan-alasan lain untuk menginspirasi aku untuk menulis, alasan-alasan yang tidak aku begitu pahami pada saat ini.

Inilah alasan Allah ingin aku menulis tentang Diri-Nya, yaitu Dia ingin aku memahami-Nya. Inilah rahmat-Nya bagiku, suatu rahmat pengertian yang berharga. Dan adalah kehendak-Nya bahwa suatu ketika aku akan membagikan pengertianku kepada orang lain dalam cara yang layak dan pantas. Tulisan ini adalah persiapan segala tulisan berikutnya dalam Allah. Aku berdoa kepada Roh Kudus supaya Dia terus membimbing, mencerahkan, dan mengajar aku dalam perkara berkaitan tentang Diri-Nya dan sesama Pribadi Ilahi-Nya.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...