Ignas, kamu memahami mengapa Aku marah kepada dunia?
Karena mereka tidak
mendengarkan Engkau dan memilih untuk memberontak, padahal perintah dan
ajaran-Mu sangat jelas dan sederhana. Namun manusia telah membutakan dan
menulikan diri mereka sehingga mereka tidak melihat apa yang begitu jelas dan
sederhana.
Tepat sekali
katamu, anakku. Sekarang perkenankan Aku untuk menuliskan suatu teguran bagi
dunia.
Baik Tuhan.
Hai dunia! Kamu
telah jatuh begitu dalam ke dalam kotoran dosa, sekarang kamu tampak begitu
menjijikkan dan hina. Kamu telah membiarkan dirimu dikuasai oleh dosa secara
sistemik, dan setiap dari kamu akan Aku minta pertanggungjawaban saat Aku
kembali ke dunia ini. Karena kelihatannya kamu berlari-lari berputar-putar
dengan mata dan telinga tertutup, Aku hendak membuka mereka dengan perkataan-Ku
ini. Karena kamu tidak tahu apa masalah intimu, biarlah Aku sendiri yang
menjelaskan masalahmu.
Pertama, kebencian
yang kamu simpan di dalam hatimu terhadap sesamamu manusia, itu sangat
menjijikkan. Dan kamu membiarkan kebencian ini dimasyarakatkan dan dijadikan
bagian dari hukum negara. Bukankah Aku sudah memberikan teladan untuk mengasihi
sesama? Aku menceritakan berbagai hal, melakukan hal, tapi kamu masih berlaku
seperti dulu. Kapan kamu akan bertobat hai manusia degil? Kelak kekerasan
hatimu akan dibalas dengan penghakiman yang berat akan dunia ini.
Kedua, kamu telah menyembah
mammon, dan bukan Aku. Padahal Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidupmu. Namun kamu
mencari hal-hal itu di tempat lain, di dalam barang-barang duniawi semata.
Karena itu kamu menyengsarakan sesamamu dan memalingkan muka dari Allah. Kelak
saat kamu mati dan belum bertobat, kamu akan menyesal bahwa kamu tidak pernah
mencari Aku dan menyimpan harta surgawi.
Hai dunia!
Bertobatlah segera, sebab Kerajaan Allah sudah dekat! Sudah 2000 tahun Aku
menggaungkan ini melalui Gereja-Ku yang setia, tapi kamu tetap keras hati dan
menolak untuk mendengarkan. Dosa-dosamu sudah begitu banyak dan berat, kelak
kamu sendiri akan menuai apa yang telah kamu tabur, dan Aku akan membalaskan
segala sengsara yang kamu sebabkan kepadamu sendiri. Percayalah, dunia ini akan
menerima penghakiman yang pantas dan layak, dan Aku akan memurnikan dunia ini
dengan api dan Roh Kudus, supaya dunia ini diperbaharui lagi.
Hai Gereja! Mengapa
kamu begitu lemah dalam menggaungkan Kasih dan Keadilan-Ku? Mengapa bangsa-bangsa
tidak menghiraukan pesanmu? Mengapa kamu belum menyusun suatu bentuk masyarakat
yang baik, yang menaati perintah dan ajaran-Ku? Ya, dunia ini adalah dunia yang
fana, tapi segala ganjaranmu akan ditentukan oleh tindak lakumu dalam dunia
yang fana ini. Gerejaku, kuatkanlah dirimu, lawanlah para bangsa dengan kasih
dan adil, dengan Firman-Ku, dengan Sabda-Ku, dengan segala pengajaran-Ku.
Begitulah seharusnya kamu melawan para bangsa. Dan jika kamu tidak dapat
mengalahkan mereka, Aku sendiri yang akan menghukum mereka dengan pedang yang
menyambar-nyambar.
Kepada setiap orang
yang hendak mendengar, carilah cara untuk mewujudkan satu-satunya hukum yang
berlaku, yaitu Hukum Cinta Kasih. Berjuanglah supaya segala bangsa tunduk pada
cinta kasih-Ku, dan memasukkan cinta kasih ke dalam hukum dan tatanan sosial
mereka. Hai pemimpin dunia dan para penguasa! Janganlah kamu meneruskan tatanan
yang menyusahkan orang untuk mengikut Aku, kelak kamu akan Aku minta
pertanggungjawaban dan akan Aku adili dengan keras karena kamu tidak berani
menggebrak tatanan yang ada.
Sesungguhnya Aku
telah mengatakan bahwa jalan menuju kehidupan itu sempit dan sesak, bukan hanya
karena kodratmu yang telah jatuh, tapi karena dunia yang akan menyulitkan kamu
dan mendoktrinasi kamu dengan berbagai macam dusta dari si jahat. Hai umat dan murid-Ku!
Jadilah garam dan terang dunia, artinya jadilah suatu tanda yang jelas di dunia,
kasihilah sesamamu dengan berani, dengan mengorbankan dirimu sendiri, dengan
mengurangi penderitaan orang lain, dan menegakkan keadilan bagi mereka yang
tertindas. Sesungguhnya Aku muak dengan penderitaan dunia ini, tapi begitulah
kedegilan hatimu. Aku berkata kepadamu, Aku datang segera.
No comments:
Post a Comment