Wednesday, April 6, 2022

Rencana Hidup 6 April 2022

Pada tanggal 6 April 2022, suara Allah mulai berhenti berbunyi dan aku ditinggalkan dengan segenap ajaran Gereja dalam Kitab Suci dan Tradisi Suci. Allah bersabda bahwa aku akan memasuki era keheningan, atau Era of Silence. Jika aku hendak mengikuti tuntunan Allah, aku harus memekakan diri dan merasakan dorongan-dorongan hati yang Allah berikan kepadaku. Aku tetap berencana untuk menyerahkan seluruh diriku kepada Allah. Pekerjaan apapun yang aku lakukan haruslah demi Allah, dan bukan demi dunia, maka rencana hidup ini semuanya disusun dengan Allah sebagai tujuan akhirnya.

Dalam bulan-bulan terakhir sebelum kuliah ini, aku berencana meluangkan waktuku sepenuhnya menulis. Hal ini aku rancang menurut kehendakku sendiri, tapi juga oleh petunjuk Ilahi pada masa yang lalu. Namun, Allah tidak meninggalkan suatu perkataan terakhir, Dia hanya mengatakan bahwa era keheningan akan datang bagiku, lalu Dia pergi. Maka aku harus menetapkan suatu rencana yang baru berdasarkan daya pemikiranku sendiri. Hal ini untuk mengarahkan alur hidupku sampai Allah kembali dengan suatu rencana atau petunjuk yang baru.

Hal apa yang akan aku tulis? Aku hendak menulis tentang diriku sendiri, tepatnya perjalananku bersama Allah, pengalamanku bersama Allah, dan apa yang Dia ajarkan kepadaku selama 7 tahun ini. Tulisan ini akan berupa tulisan asli dari diriku sendiri dan sebenarnya aku merasakan bahwa ini adalah tulisan yang memang dikehendaki Allah. Sampai sekarang, aku masih merasakan dan memikirkan bahwa Allah mendorong aku untuk menulis tulisan ini. Tulisan ini akan berjudul “Refleksi”. Jadi file Word yang berjudul “Refleksi” di folder Karya akan menjadi wadah untuk membuat tulisan tersebut.

Jika dalam beberapa bulan ini, tulisan ini selesai, maka aku akan melanjutkan ke kegiatanku yang berikutnya, penelitian. Namun seandainya dalam bulan-bulan ini tulisan ini tidak selesai, maka akan berlanjut terus sampai waktu kuliah dan sampai selesai. Mulai bulan Juli atau Agustus, aku akan memasuki kuliah dan aku akan fokus pada pembelajaran kuliah selama 4 tahun penuh. Di sini aku tinggal mengikuti program kuliah yang ada dan hidupku akan cukup penuh, kalau masih ada waktu untuk diisi kegiatan lain, maka aku dapat merencanakannya di waktu nanti.

Setelah kuliah, aku mengharapkan dapat segera bekerja di bawah suatu perusahaan media sebagai seorang jurnalis. Seberapa lama aku akan bekerja seperti itu, aku tidak begitu yakin, karena mulai dari sini dan seterusnya ada semacam kabut yang menghalangi pandanganku, atau lebih tepatnya ketakutan. Namun aku didorong Allah untuk berani menyatakan rencanaku. Aku berencana bekerja hanya selama 3 tahun paling lama, dan setelah itu aku akan berusaha menghadapi lagi kegagalanku, yaitu menjadi seorang imam.

Jika aku berhasil menjadi seorang imam, maka kehidupanku dan nasibku setelah itu bergantung pada Gereja. Di mana Gereja mengutusku, di situlah aku berada dan bekerja. Jika aku gagal kembali menjadi imam, maka aku akan kembali bekerja dan mulai menyusun strategiku. Tergantung di mana aku gagal menjadi imam, aku akan belajar S2 Filsafat di STF Driyarkara, dan berikutnya aku akan mewujudkan ambisiku, yaitu menulis sampai akhir hayatku. Selain menulis aku dapat juga membantu sekolah Sir Stephen entah dalam cara apa.

Namun, ada ambisi yang di dalam hatiku, yang merupakan kehendakku sendiri, yaitu untuk menulis berbagai macam karya. Karya pertama itu adalah yang aku jelaskan di pertama, karya tentang diriku sendiri. Karya kedua menyangkut ajaran Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Karya ketiga menyangkut pemikiran filosofis-teologis yang disusun dari kritik melawan berbagai macam filsuf lain. Karya keempat menyangkut kritik melawan tatanan dunia, dan solusi-solusi praktis yang dapat dilakukan, berdasarkan ajaran Tuhan dan juga karya yang ketiga. Ini adalah 4 karya besar yang hendak aku hasilkan dalam seluruh hidupku.

Karya-karya lain yang dapat aku kerjakan termasuk kritik tentang apapun juga, menilai kebaikan ini dan itu di hadapan Allah. Ada juga rangkaian karya yang hendak aku susun setelah 4 karya itu selesai, yaitu tentang negara fiktif yang aku namakan Nesiya. Selain menulis, ada juga yang ingin aku lakukan, yaitu memperkuat Gereja dan mengekspansi Gereja ke dalam ranah filsafat dengan membangun Persatuan Filsafat Global/International Philosophical Union, yang dipimpin oleh Gereja untuk menstandarisasi ajaran Tuhan tentang kenyataan dan dunia yang kita tinggali ini, dan membantuku merangkai tulisan-tulisan filosofis fundamental lainnya untuk disetujui dunia.

Namun, aku tidak begitu mengutamakan PFG karena itu sangat sulit dan aku rasa lebih mudah dan nyaman untuk menulis sendiri di hadapan dunia. Selain itu PFG menjadi jalur ke suatu Tatanan Dunia Baru yang dipimpin oleh Gereja, jadi aku takut itu dapat dimanfaatkan roh jahat menjadi suatu entitas politik yang totaliter dan otoriter, dan malah mengembalikan Gereja ke dalam abad kegelapan. Kalau sampai Gereja jatuh ke kondisi seperti itu oleh karena tanganku, maka aku siap untuk diserahkan kepada api yang menyala-nyala dan kekal.

Tentu saja rencana dan ambisi menulis akan hancur kalau aku berhasil menjadi imam. Karena artinya aku akan “kehilangan” kebebasanku dan aku akan tunduk pada Gereja. Bukan hanya itu, kita tidak tahu kapan Allah akan mulai mengguncang bumi dan mengacaukan rencana dan ambisi semua orang. Jadi, rencanaku hanyalah angan-angan dan impian saja, karena aku merasa bahwa sebentar lagi Allah akan mengguncang bumi dan rencanaku akan seperti rumah kartu yang langsung runtuh. Namun sekalipun Allah tidak mengguncang bumi, mungkin saja Allah akan mengguncang diriku, jadi itu pun sudah cukup untuk mengubah rencanaku.

Pada akhirnya, aku hanya ingin melayani Allah, walau aku cukup payah dalam melakukannya. Maka aku ingin sebisa mungkin mengikuti tuntunan Allah. Namun mengikuti tuntunan Allah artinya memanggul salib yang berat bagiku. Sehingga kebanyakan rencana ini adalah rencanaku sendiri dan pemikiranku sendiri, aku tidak mengkonsultasikannya kepada Tuhan. Aku berdoa kepada Bapa, supaya Dia menghancurkan aku dan memaksa aku bangkit dan memanggul salib yang berat. Aku berdoa supaya semua rencanaku Dia gagalkan, dan hanya rencana-Nya yang aku jalankan.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...