Sunday, July 17, 2022

Dictation 1

Surat Awal

Hai Ignas! Pada saat ini kamu lelah, tapi dalam kelelahan dan kelemahanmulah kuasa-Ku menjadi sempurna. Maka dengarkanlah apa yang Aku katakan padamu dan tuliskanlah segala hal yang Aku katakan kepadamu. Pertama, hendaklah kamu menuliskan segala hal ini di dalam blogmu supaya orang banyak dapat mengetahui apa yang hendak aku sampaikan kepadamu dan kepada seluruh dunia. Di mana ada perkataan yang hendak kurahasiakan sampai kepenuhan waktu, aku akan menyatakannya kepadamu. Namun sekarang dan untuk sesi ini aku akan meminta supaya tulisan ini dibuat publik.

Pertama, tulislah ini bagi pembimbing rohanimu. Aku meminta Ignas untuk menyampaikan pesan-pesanku kepadamu dan akan disampaikan kepadamu lewat surel. Setiap bulan bacalah sedikit apa yang telah aku tuliskan dan sampaikan suatu balasan kepada sahabatku mengenai perkataan-perkataan ini. Aku menugaskan ini kepadamu bukan dalam kapasitas pribadimu saja, tapi dalam jabatanmu sebagai wakil Gereja. Jangan takut, aku pasti akan membimbingmu dengan Rohku. Sebagai wakil Gereja, kamu adalah pagar dan tembok besar yang memastikan Ignas tetap berada pada jalan yang benar, bersama dengan kesadarannya sendiri sebagai anggota tubuhku.

Kedua, tulislah ini bagi doktermu. Salam damai bagimu, hai Bu Dokter. Aku telah memilih engkau menjadi penjaga bersama seorang imam untuk menjadi tembok kewarasan bagi Ignas. Ignas akan mengirimkan perkataan-perkataan dariku kepadamu dan kamu akan menanggapi perkataan-perkataan tersebut demi kewarasan Ignas. Aku tahu bahwa ada kemungkinan kamu akan memperingatkan Ignas terhadap perkataan-perkataan ini, atau terhadap suara batin yang dia alami. Namun jangan takut! Sebab Allah menyertai dia dan melindunginya dari segala hal yang berbahaya, tapi juga memberikan rahmat yang berlimpah baginya dan inilah salah satu rahmatku baginya.

Ketiga, tulislah ini bagi dirimu sendiri. Aku akan mengulang apa yang telah aku jelaskan kepadamu sebelumnya. Mulai sekarang kamu akan hidup bersamaku selamanya, dan dalam setiap tindakan kamu harus menghadirkan aku di dalamnya. Tugasmu untuk saat ini masihlah sama, yaitu mendoakan Rosario 4 kali dalam satu kali jalan, dan selain itu mempelajari Kitab Suci dengan bimbinganku dan mempersiapkan kuliahmu. Janganlah kamu mengkhawatirkan tulisan-tulisan saat kuliah, aku sendiri akan membimbing kamu. Maka apa yang sudah tertulis tetaplah tertulis, tapi mulai sekarang, aku sendiri yang akan membimbing kamu untuk menulis apa yang harus dituliskan bagi dunia.

Sekarang, berjaga-jagalah dan teruslah mendengarkan suaraku di dalam jiwamu sendiri supaya kamu dapat menulis apa yang aku ingin kau tuliskan. Kamu telah merasakan suatu dorongan untuk menyampaikan suatu pesanku kepada sahabatmu, dan sesungguhnya kamu benar. Maka inilah yang harus kamu lakukan bagi sahabatmu. Pada esok hari, saat kamu bertemu dengannya setelah Ekaristi, tawarkanlah pesan berikut ini kepadanya, dan kamu akan melakukan suatu kebaikan besar baginya. Pesanku adalah sebagai berikut, 

"Hai (nama dirahasiakan), sesungguhnya kamu memiliki Ignas sebagai sahabatmu dengan suatu alasan tertentu dan kamu sendiri sudah mengetahui mengapa aku menetapkan dia sebagai sahabatmu. Aku mengenali engkau dan segala pekerjaanmu, aku menghargai keinginanmu untuk bertambah dalam kekudusan dan persetujuanmu terhadap tawaran Ignas. Namun aku datang untuk memanggil engkau ke tingkat kekudusan yang lebih tinggi. Tentu saja aku tidak memaksamu, tapi aku memberikan tawaran. Teruslah merayakan Ekaristi setiap minggu, sebab akan datang waktunya di mana kalian tidak dapat merayakan Ekaristi untuk sementara waktu. Namun waktu itu singkat dan setelah itu kamu akan mampu menikmati diriku kembali. Aku memberikan pesan ini sebab jika Ignas memberikan pesan atas namanya sendiri, maka dampaknya pada akal budimu akan lebih rendah ketimbang aku menyampaikan pesan ini atas namaku sendiri. Sesungguhnya kamu sudah tahu segala Firman yang hendak aku ulangi kepadamu, sebab Ignas sudah pernah banyak menyampaikannya kepadamu. Sekarang, kamu telah mempelajari dari sahabatmu bagaimana mempersatukan hidupmu denganku, teruskanlah. Permintaanku yang berikutnya adalah supaya kamu mulai membaca Kitab Suci dan merenungkannya dengan baik, boleh mengulang bacaan mingguan tapi kamu renungkan pada suatu waktu teduh bersama aku. Lalu, berdoalah supaya kamu dapat mendengarkan suaraku sebagaimana Ignas mendengarkan suaraku. Jikalau kamu sungguh mendoakannya dengan penuh iman, maka kelak aku pun akan datang kepadamu dan berbicara denganmu selayaknya seorang sahabat. Sesungguhnya aku menghendaki setiap orang mampu berbicara denganku secara lancar, sebagaimana Ignas berbicara denganku, dan ini dapat dicapai setiap orang, tapi sayangnya orang-orang tidak meminta kepadaku, padahal ini sangat memudahkan dalam hidup rohani. Demikianlah pesanku kepadamu untuk sekarang. Namun andaikan kamu memiliki pertanyaan, kenapa melalui Ignas? Alasannya adalah karena hubunganmu denganku belum begitu kuat seperti Ignas, jadi tentu saja aku harus menggunakan seorang perantara untuk berbicara kepadamu. Ini memang bukan pertama kali Ignas mengatakan dia menerima pesan dariku, tapi yakinilah bahwa semakin lama Ignas semakin dimurnikan dan karena itu suaraku yang dia terima menjadi lebih jernih dan lebih baik. Maka percayalah kepada sahabatmu, karena dengan itu kamu percaya kepadaku. Aku memberikan berkatku kepadamu untuk seluruh hidupmu."

Sekarang Ignas, teruslah menulis sampai pukul 7. Pada pukul 7 mandilah dengan segera, lalu bersiaplah untuk pergi ke gereja dan untuk merayakan Ekaristi. Aku akan terus mengatakan kepadamu apa saja yang harus kamu tuliskan. 

Kepada Dunia

Ignas, tuliskanlah ini bagiku. Aku merindukan kasih umat manusia kepadaku, tapi kebanyakan orang menolak aku. Sesungguhnya aku berbicara kepadamu melalui sesamamu, tapi kamu menolak mendengar aku. Karena kamu menolak aku, maka aku akan menjatuhkan penghakiman yang keras bagimu. Sekarang, aku tahu bahwa pesan ini tidak akan sampai kepada banyak orang, sebab waktunya akan segera tiba di mana penghakiman itu datang. Namun hendaklah dia yang memiliki mata dan telinga, membaca dan mendengar perkataanku ini. 

Aku mengasihi dunia, karena itulah aku datang pertama kalinya dan untuk itu pula aku akan datang kembali dengan segera. Bertobatlah, sebab aku datang dengan segera! Ketahuilah bahwa kepenuhan iman dan Allah hanya ada padaku, yaitu Yesus Kristus, juruselamatmu. Maka bagi kamu yang belum mengenal aku, carilah aku dan kamu akan selamat. Bagi kamu yang sudah mengenali aku, apa yang kamu tunggu? Segeralah berlari menujuku jika kamu mau selamat. 

Namun aku memperingatkan, bahwa iman tanpa kasih tidaklah berguna. Sebab sesungguhnya iman tanpa kasih adalah iman yang palsu, iman yang sejati pasti berbuah kasih. Jadi jika kamu masih hanya berkata-kata tanpa bertindak, camkanlah pesan ini atau kamu akan terkutuk! Sungguh gerbang neraka terbuka luas bagi mereka yang terus hidup dalam dosa tanpa bertobat. Ketahuilah makna pertobatan, tidak berhenti pada sakramen tobat, tapi berbuah menjadi kasih yang sejati yang lahir dari iman yang sejati. 

Maka aku berkata padamu, mulailah dengan dirimu sendiri dan keluargamu. Kalau kamu tidak dapat mengasihi keluargamu sendiri, bagaimana kamu dapat mengasihi sesamamu yang ada di luar? Namun kalau kamu ditolak dan dibenci oleh keluargamu sendiri karena aku, janganlah bersusah hati, sebab apa yang kamu kehilangan karena aku, kamu akan memperoleh dalam bentuk lain. Apapun yang terjadi padamu, tetaplah berusaha untuk melayani dan mengasihi dimulai dari hal-hal dan wilayah yang paling kecil dan dekat denganmu. Kalau kamu setia pada perkara-perkara kecil, aku akan mempercayakan kepadamu perkara-perkara yang lebih besar.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...