Dalam suatu percakapan rohani yang aku alami 2 hari yang lalu, aku menjumpai suatu gagasan yang menurutku penting dan aku merasakan Roh Kudus menyatakan kepadaku suatu gagasan yang mengimbangi gagasan yang pertama. Gagasan yang pertama menyatakan bahwa hendaknya kita lebih banyak beriman ketimbang berusaha untuk melogiskan segala hal dan mempertanyakan segala hal. Roh Kudus sepertinya tidak setuju, karena berikut gagasan yang Dia sampaikan kepadaku tentang masalah ini.
Alangkah baiknya kita tidak mempertentangkan antara 2 rahmat Allah, yaitu iman dan logika, keduanya sama-sama dibutuhkan dalam suatu kesatuan yang harmonis dan seimbang. Sesungguhnya iman tanpa logika adalah takhayul dan logika tanpa iman juga adalah kesombongan manusia belaka. Mungkin kita pernah mendengar istilah "Fides quaerens intellectum", iman mencari pengertian, tapi pada saat yang sama "Intellectum quaerens fides", pengertian mencari iman.
Saat disatukan, iman dan logika harusnya saling menguatkan dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. Sebenarnya gagasan pertama itu bukannya salah, hanya saja kalau tidak dipahami dengan benar dapat menimbulkan pandangan bahwa logika bertentangan dengan iman. Sesungguhnya kebenaran tidak dapat melawan kebenaran, jadi karena iman dan logika sama-sama mengarah pada kebenaran, tidak mungkin mereka berlawanan, apalagi mereka juga sama-sama karunia dari Allah.
Mungkin penjelasan yang lebih baik adalah jangan kita mengandalkan pemikiran kita sendiri tentang yang benar, tapi mengandalkan pemikiran Allah. Percayalah, pemikiran Allah itu jauh lebih logis dan rasional daripada pemikiran kita. Justru pemikiran kita yang hampir selalu tidak logis dan tidak rasional karena tidak berdasar pada Kebenaran yaitu Allah sendiri. Jadi justru kita harus sangat keras dalam menggunakan logika, tapi logika yang diberikan Allah dan bukan logika ciptaan kita sendiri. Karena logika yang kita buat sendiri ya mohon maaf, ngawur. Kecuali logika itu sebenarnya berasal dari Allah tapi kita salah mengenali sebagai ciptaan kita sendiri, ya itu juga salah tapi setidaknya logikanya sudah tepat.
Jadi bagaimana dengan klaim orang-orang bahwa logika dan iman itu berlawanan dan harus dipisahkan supaya melindungi keduanya? Tentu saja salah. Jika kita berada pada kondisi batin yang tepat dan relasi yang benar dengan Allah, maka kita akan melihat bagaimana iman yang baik justru membuat logika kita semakin baik, dan logika yang benar juga akan memperkuat iman kita. Ingat bahwa salah satu karunia Roh Kudus adalah pengertian, dan bukan hanya pengertian hal-hal yang rohani tapi juga hal-hal yang duniawi dalam keterkaitannya dengan hal-hal yang rohani. Jadi jangan takut berpikir, selama kita berpikir menurut aturan berpikir yang Allah sudah berikan dan bukan menurut aturan yang sembrono dan tidak benar.
No comments:
Post a Comment