Thursday, July 28, 2022

Dictation 3

Ignas, karena kita telah menyetujui untuk mencatatkan gagasan-gagasan yang penting untuk aku jabarkan dalam pengetahuan dan pengertianmu sendiri, maka adalah tulisan ini untuk mencatat hal-hal sebagai berikut. Pertama, tentang Allah dan kodrat-Nya. Kedua, tentang Kitab Suci atau Firman Allah. Ketiga, tentang Gereja atau Roh Kudus. Keempat, tentang tatanan dunia. Kelima, tentang doa. Keenam, tentang karya kasih. Ketujuh, tentang kekudusan secara umum. Untuk sekarang cukuplah gagasan-gagasan ini sebagai bahan tulisan selanjutnya.

Tentang Allah

Akulah Allah, Pencipta langit dan bumi. Aku dan Bapaku adalah satu. Aku adalah Yesus, Allah yang menjadi manusia demi keselamatan umat manusia dan untuk menyatakan Bapaku kepada dunia. Maka aku menyampaikan hal ini untuk menjelaskan kembali kepada dunia siapa aku ini dari segi keilahianku. Pikiran manusia tidak dapat mengetahui esensi Ilahi berdasarkan apa esensi Ilahi itu sendiri, tapi berdasarkan apa yang bukan esensi Ilahi. Maka jika kita mengenali dunia sebagai dunia yang terbatas, maka Allah adalah lawan langsung dari dunia, yaitu sebagai Dia yang Tidak Terbatas. Sesungguhnya itulah satu-satunya doktrin inti tentang Allah, segala ajaran lain tentang Allah berakar dari kenyataan bahwa Allah adalah Dia yang Tidak Terbatas, atau Ketidakterbatasan.

Hal ini termasuk doktrin Ilahi tentang Kebaikan Ilahi. Bahwa di dalam Allah adalah Kebaikan yang tidak terbatas berakar dari ajaran bahwa Allah adalah Ketidakterbatasan. Namun ini tidak berarti bahwa Allah juga mengandung kejahatan yang tidak terbatas. Sebab kejahatan adalah suatu keterbatasan, maka tidak mungkin ada kejahatan di dalam Allah karena jika Allah jahat maka Allah terbatas, sama seperti dunia ciptaan-Nya. Bahkan bukan hanya ada kebaikan di dalam Allah, Allah sendiri adalah Kebaikan itu. Sebab doktrin ketidakterbatasan mewajibkan doktrin kesederhanaan Ilahi, bahwa Allah tidak tersusun oleh bagian-bagian melainkan sungguh tunggal dan sederhana, maka Allah tidak baik, tapi adalah kebaikan itu sendiri. Demikian pengajaran singkat tentang Allah.

Tentang Sang Firman dan Kitab Suci

Aku, Yesus, adalah Sang Firman, Firman dari Bapa. Maka Sabda atau Firman Allah yang sejati adalah Aku. Namun sejatinya Aku dan Bapa-Ku adalah Satu bersama Roh Kami. Sebagai Firman, Aku adalah suatu Kata, tapi itu tentu adalah bahasa simbolik dan bukan bahasa murni. Aku adalah Pengetahuan dan Kebijaksanaan, tapi karena Aku satu dengan Bapa dan Roh, maka Akulah Allah sendiri. Jika kamu melihat Aku, kamu telah melihat Bapa dan Roh Kudus pula, karena Kami adalah Satu.

Maka setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, baik yang kamu lihat sendiri saat ini, yang tercatat dalam Kitab Suci, yang diucapkan dalam Tradisi Suci, dan yang diajarkan oleh Gereja yang Kudus, semuanya adalah suatu wujud tidak sempurna dari Aku sendiri. Namun karena seluruh Sabda Allah adalah Aku, sekalipun terwujud secara tidak sempurna, setiap Sabda itu memiliki kuasa yang amat besar bagi jiwa manusia sejauh mana manusia itu menerima kuasa Kami ke dalam dirinya. Maka, perkataan Kitab Suci tidak hanya berkuasa karena maknanya, melainkan karena berasal dari Kami sehingga menjadi berkuasa.

Perkataan yang sama, jika dikatakan oleh manusia, sekalipun maknanya sama, tidak akan memiliki kuasa yang sama. Namun, karena setiap perkataan itu diilhami oleh roh dan jiwa si pembicara, maka Sabda Allah, sekalipun kesannya "tidak penting", memiliki kuasa yang amat besar untuk mengubah manusia. Namun ingatlah bahwa Kami tidak berbicara secara serampangan atau sembrono, melainkan setiap perkataan keluar dari mulut Kami demi suatu tujuan tertentu. Apalagi yang Aku sampaikan kepadamu saat ini. Demikian pengajaranku tentang Sang Firman dan Kitab Suci.

Tentang Roh Kudus dan Gereja

Aku dan Roh-Ku Satu, seperti Aku dan Bapa-Ku adalah Satu. Roh Kudus adalah bagaimana setiap manusia pertama berjumpa dengan Kami di hidup ini. Lalu setelah itu manusia menerima Aku di dalam Ekaristi, dan terakhir setelah hidup mereka berakhir manusia akan berjumpa dengan keseluruhan dari kodrat Ilahi di dalam Tritunggal yang Mahakudus. Namun kepada Sang Roh diatribusikan berbagai karya Ilahi untuk memudahkan pemahaman manusia. Namun ingatlah Ignas, bahwa Kami semua adalah Satu sekalipun berbeda.

Roh Kudus memiliki karya utama untuk menguduskan, maka kalau kamu membaca dalam Katekismus Dia dikaitkan erat dengan Gereja. Karena Roh Kudus menguduskan, yaitu menyempurnakan jiwa manusia sehingga menjadi semakin mirip dengan Allah, yaitu sebagai gambar Allah, maka manusia paling banyak berurusan dengan Roh Kudus. Segala mukjizat dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan iman juga dilaksanakan oleh Roh Kudus. Ada beberapa pengajaran tentang pengaruh Roh Kudus di dalam jiwa manusia, tapi Aku tidak akan menjelaskannya begitu banyak.

Salah satu karunia Roh Kudus yang terbesar adalah pengertian, itulah yang kamu miliki. Jadi segala pemikiran yang berasal dari Allah yang ada padamu, itu berasal dari Roh Kudus yang membisikannya secara hening ke dalam batinmu secara langsung. Namun ada pula setiap rahmat moral yang kamu terima juga adalah karya Roh Kudus, seperti rahmat kasih, iman, dan pengharapan, di mana kasih adalah yang terbesar sesuai perkataan Paulus. Semua ini sebab Roh Kudus menguduskan, maka Dia menguduskan secara utama jiwamu, dan dari jiwamu pengudusan datang kepada tubuhmu dan jika kamu berupaya dengan baik, maka kekudusan yang ada dalam dirimu akan mengalir ke setiap manusia.

Salah satu karya Roh Kudus yang terbesar adalah Gereja. Ketahanan dan kelangsungan hidup Gereja sampai saat ini terjadi karena karya Roh Kudus. Sebab Gereja adalah Tubuh Mistik-Ku, maka di dalam Gereja adalah kepenuhan Roh Kudus dengan segala karunia-Nya. Setiap manusia yang bersekutu penuh dengan Gereja-Ku juga menerima kepenuhan Roh Kudus di dalam diri mereka sehingga mereka dipersenjatai untuk melaksanakan karya-karya Kami di dunia ini, untuk menjadi garam dan terang dunia.

Setiap anggota Gereja adalah perpanjangan dari diri-Ku di dunia ini. Jika kamu pernah mendengar istilah bahwa Ekaristi adalah kelanjutan Inkarnasi, sesungguhnya Gerejalah yang merupakan kelanjutan dari kehadiran-Ku di dunia ini. Maka dari itu, setiap anggota Gereja menerima dari-Ku secara langsung kuasa yang amat besar untuk mempertobatkan dan mendamaikan banyak orang kepada Allah. Namun untuk menggunakan kuasa itu tidaklah mudah, banyak penyangkalan diri yang harus digunakan. Kuasa yang Aku katakan bukan hanya untuk hierarki, tapi justru terutama untuk para awam, karena merekalah yang lebih banyak berkarya di dunia.

Namun, Aku disedihkan dengan kondisi Gereja saat ini dan juga dalam sejarah. Di mana umat Katolik seperti takut untuk mewartakan Injil dengan lantang. Padahal mereka telah dianugrahi Roh Kudus dan kuasa dari-Nya untuk melaksanakan kehendak Ilahi. Karena itu Aku mempersiapkan suatu pemurnian dunia ini, dan pada masa ini Aku membangkitkan lebih banyak orang-orang pilihan untuk menjadi perpanjangan pemurnian-Ku. Dan kamu tahu Ignas, kamu salah satu dari mereka. Demikian pengajaran-Ku tentang Roh Kudus dan Gereja.

Tentang Tatanan Dunia

Dunia sudah memasuki suatu kebobrokan yang baru, di mana dunia tidak mau mendengarkan Aku, dan justru mendengarkan dirinya sendiri. Padahal tanpa Aku, dunia tidak memiliki apa-apa dan hanyalah debu. Tanpa Aku, hanya ada kejahatan dan sengsara, maka semakin lama kamu berpisah dari Aku, semakin besar kejahatan, sengsara, dan derita yang menantimu. Kamu berpikir bahwa sekularisme adalah hal yang baik, sesungguhnya tidak. Justru itu adalah kutukan setan yang terbesar bagi tatanan dunia.

Pada Era Damai nanti, di mana hati-Ku yang Mahakudus dan hati ibu-Ku yang Tak Bercela menang dan berkuasa, kamu akan melihat seperti apa tatanan dunia yang Aku kehendaki. Sesungguhnya, memang itu pun bukan tatanan dunia yang paling baik, karena yang sempurna masih akan menunggu sebentar lagi yaitu pada bumi dan langit yang baru. Tatanan yang sempurna itu sekarang tidak dapat dilakukan karena begitu dalamnya manusia jatuh dalam dosa. Sifat kedosaan manusia memutuskan hubungan antara manusia dengan Allah. Sehingga Kami tidak dapat memerintah kamu dengan sempurna.

Namun adalah di antara kamu semua orang-orang yang kudus, yang telah Kami pilih. Hendaklah mereka menjadi pemimpin di antara kamu dalam segala aspek kehidupan. Hendaklah dunia dirajai oleh para kudus, dan bukan oleh pilihan rakyat. Hendaklah Gereja yang memilih para pemerintah dunia, karena artinya Aku sendiri yang memilih para rajamu. Namun bukannya menerima mereka sebagai pemimpin di atas kamu, kamu malah menganiaya mereka dan membunuh segala benih kekudusan di antara pilihan-pilihan Kami. Sungguh, tanggunganmu akan lebih berat daripada Sodom dan Gomora di hari terakhir nanti.

Karena itu, kamu sekarang hidup dalam tatanan yang terburuk, di mana yang berkuasa bukanlah Kami melainkan kamu sendiri dan segala kebobrokan jiwamu. Andaikan kamu, hai manusia, memperbolehkan Kami masuk lebih dalam ke dalam pemerintahan masyarakatmu, maka tentu kamu akan lebih makmur dan sejahtera. Andaikan kamu mau menerima Aku sebagai Tuhanmu dan memperbolehkan Aku merajai duniamu, maka kamu akan melihat kedamaian sejati baik di dalam hatimu ataupun di dalam dunia. Demikian pengajaran-Ku tentang tatanan dunia.

Tentang Doa

Hai manusia, anak-anak-Ku, berdoalah dengan tekun dan sepanjang hidupmu! Sebab tanpa doa kamu tidak akan selamat. Apakah doa itu? Doa tidak lain dan tidak bukan adalah relasimu dengan Tuhan Allahmu, artinya dengan Aku dan dengan Kami. Bagaimana kamu harus berdoa? Aku telah mengajar kamu dalam Kitab Suci, oleh perkataan-Ku sendiri dan juga melalui para rasulku. Sesungguhnya manusia tidak tahu cara berdoa yang benar, maka dalam setiap kali berdoa, kamu telah dibimbing dan dibantu oleh Roh Kudus, Dia sendiri mendoakan kamu bersama Aku kepada Bapa kita di surga.

Aku telah bersabda kepadamu, mintalah dan kamu akan diberi, carilah dan kamu akan menemukan, dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Namun jangan kamu mengira bahwa kamu berdoa untuk mengendalikan Aku, tapi justru kamu berdoa supaya Aku mengendalikan kamu. Sebab itu Yakobus telah menyampaikan sabda-Ku, bahwa jika kamu berdoa dan doamu tidak dikabulkan, artinya kamu berdoa dengan tidak benar atau permintaanmu itu tidak benar.

Kamu berdoa untuk mengubah dirimu, untuk mendekatkan dirimu kepada Aku dan kepada Kami, bukan mengubah Kami. Maka jika kamu ingin berubah dan menjadi kudus, yang adalah kewajibanmu dan kewajiban setiap manusia, berdoalah dengan tekun, jadikanlah hidupmu menjadi hidup doa yang tak terputus setiap saat. Dengan itu pastilah kamu akan menjadi seorang yang kudus dan berkenan kepada Kami di surga.

Doa sebenarnya sederhana dan mudah, tapi juga sulit. Kamu hanya perlu masuk ke kamarmu di mana tidak ada orang yang melihat, menutup pintumu dan berbicara satu lawan satu dengan-Ku. Kamu boleh berbicara kepada-Ku, tapi saat berbicara sadarilah siapa dirimu dan siapa Aku, dengan itu kamu akan berdoa dengan lebih baik. Namun, janganlah kamu lupa untuk mendengarkan tanggapan-Ku pula, bacalah Kitab Suci, dengarkanlah orang lain yang lebih baik darimu, bacalah tanda-tanda dunia, dan kelak kamu dapat mendengarkan suara-Ku sendiri di dalam hatimu.

Sebab doa adalah relasi, maka bukan hanya kamu yang harus berbicara tapi Aku juga harus berbicara dan saat itu kamu harus mendengarkan. Dengan doa kamu akan diubahkan, bukan hanya dengan menerima rahmat dari-Ku, tapi juga dengan mengenali kehendak-Ku bagimu. Tanpa doa, bagaimana kamu akan mendengarkan suara-Ku dan perintah-Ku kepadamu? Sebab kebanyakan orang hidup menurut pikiran mereka sendiri, dan kehendak mereka sendiri, tapi tidak mendengarkan kehendak-Ku dan tidak mengikuti kehendak-Ku. Karena itu mereka tidak mendapatkan kemuliaan yang besar di surga dan banyak pula yang jatuh ke dalam api yang kekal.

Doa menurut perkataanmu sendiri tidaklah buruk, tapi kalau kamu ingin berdoa dengan lebih baik lagi, berdoalah dalam persekutuan dengan Gereja. Artinya, ikutlah doa yang tertinggi yaitu misa, ibadat harian, dan juga doa tertinggi yang bukan liturgi, yaitu doa Rosario. Sebab semua doa itu besar kuasanya di hadapan-Ku dan karena dalam rosario ibu-Ku sendiri yang meminta kepada-Ku maka pastilah Aku akan mendengarkannya dan mengabulkan doa yang layak dikabulkan bagimu. Sebab perkataan-perkataan itu bukanlah perkataanmu sendiri yang seringkali tidak layak dan tidak pantas, melainkan perkataan yang kudus, yang Kami rancang sendiri dan Kami berikan kepadamu untuk didoakan.

Setelah kamu berdoa dengan benar dan baik sepanjang hidupmu, kamu akan diubahkan menjadi gambar-Ku yang lebih jernih lagi, tidak ternodai oleh dosa-dosamu. Kamu akan memperoleh kesadaran baru, bahwa berdoa bukan sekadar untuk meminta dan meminta, tapi kamu akan berdoa untuk menikmati kehadiran dan penyertaan-Ku. Kamu akan berdoa semata-mata karena doa itu menyenangkan dan mendamaikan. Sebagaimana kamu senang berbicara dengan orang-orang yang kamu kasihi, begitulah kamu akan berdoa. Demikian pengajaran-Ku tentang doa.

Tentang Karya Kasih

Namun doa yang tidak berbuah adalah doa yang sia-sia, dan artinya orang itu tidak berdoa dengan baik atau sesuai dengan kaidah yang Aku telah nyatakan. Buah doa adalah karya kasih, dan karya kasih hanya berarti pekerjaan yang sesuai dengan ajaran-Ku sebagaimana ternyatakan dalam ajaran Gereja. Karya kasih yang menyeluruh adalah hidup yang sesuai dengan ajaran-Ku sebagaimana ternyatakan dalam ajaran Gereja. Karya Kasih yang paling murni adalah segala pekerjaan yang menaati kehendak-Ku dan kehendak Kami di surga.

Maka kebaikan memiliki derajat-derajat yang berbeda, di mana kamu dapat memiliki karya yang baik tapi tidak sempurna karena kamu mengikuti kebaikan pada derajatmu sendiri dan bukan pada derajat-Ku. Kebanyakan orang dipuaskan oleh kebaikan mereka sendiri dan bukan pada kebaikan Allah. Cara untuk melaksanakan karya kasih secara sempurna adalah dengan doa dan pencarian Kehendak Allah. Setelah kamu menemukan kehendak-Ku, laksanakanlah selalu dan taatilah suara-Ku selalu maka kamu akan berbuah karya kasih secara sempurna pula. Orang berpikir bahwa mereka lebih tahu apa yang baik secara sempurna, padahal tidak, dan dengan itu mereka bisa saja bertindak secara tidak tepat dan malah menggagalkan diri mereka sendiri.

Namun umumnya karya kasih akan dimulai pada tingkat yang sederhana, pada doa dan pembelajaran Kehendak Allah. Setelah itu barulah kamu akan diutus kepada orang lain setelah dirimu diubahkan. Anggaplah bahwa Kami akan mengajar engkau dahulu sebelum Kami memberikan tugas-tugas yang lebih berat. Maka bersabarlah dan janganlah kamu tergesa-gesa, tapi percayalah saja pada suara dan setiap perintah Kami. Segala hal akan diberikan dan terjadi pada waktunya. Demikian pengajaran-Ku tentang Karya Kasih.

Tentang Kekudusan

Apa itu kekudusan? Kekudusan adalah kedekatan dengan-Ku. Kedekatan dengan Allah tidaklah sama dengan bagaimana manusia menafsirkan kedekatan. Ada kedekatan fisik, tapi ada juga kedekatan batin. Kedekatan dengan Allah melampaui kedekatan manusiawi. Sebab kedekatan batin saja tidak cukup untuk menggambarkan kekudusan. Kedekatan dengan Allah tidak seperti 2 orang yang bersahabat tapi nyatanya hanya saling memanfaatkan. Kedekatan dengan Allah adalah suatu persahabatan yang tidak simetris, melainkan ada yang lebih berkuasa dan lebih tinggi secara mutlak, yaitu Allah.

Namun kekudusan adalah persahabatan yang paling murni dan sejati, di mana manusia meniru Allah sebaik mungkin dan menjadi gambar-Nya yang paling baik di antara segala ciptaan Allah. Adapula sekalipun Allah lebih tinggi, tapi segala kebaikan di dalam persahabatan itu akhirnya diperuntukkan manusia dan bukan bagi Allah. Sebab Allah adalah Kebaikan itu sendiri yang tidak dapat menjadi lebih baik lagi, karena Dia sudah yang paling baik. Manusialah yang dapat bertumbuh dalam kebaikan, dan karena itu segala kebaikan Ilahi diperuntukkan kebaikan manusia.

Bagaimana mencapai kekudusan? Secara sederhana, ikutilah kehendak Allah yang dinyatakan dalam Firman-Nya, artinya dalam Aku dan dalam segala ajaran-Ku. Sekarang pertanyaan berikutnya, bagaimana melaksanakan kehendak Allah? Sesungguhnya, Aku telah menyatakannya dalam Kitab Suci dan segala ajaran Gereja. Maka pelajarilah semuanya itu dan laksanakanlah dengan baik. Namun bagaimana kamu dapat memiliki kekuatan dan sumber daya untuk melaksanakan semua itu? Jawabannya adalah berdoa.

Dengan doa, kamu mengenali kehendak-Ku, dan dengan doa, kamu memperoleh segala rahmat yang kau butuhkan untuk melaksanakan kehendak-Ku. Itulah tujuan inti dari doa, untuk memperoleh rahmat demi kekudusan. Segala doa yang telah Kami berikan kepadamu, hanya memiliki tujuan itu, mengantarkan kamu untuk semakin mirip dengan Kami dan artinya semakin bersahabat dengan Kami. Sebab dalam kemiripan dengan Kamilah kamu mengenal Kami dan menjadi dekat dengan Kami. Itulah persahabatan yang paling berharga yang dapat kamu peroleh.

Apakah buah terbesar dari kekudusan? Tidak lain dan tidak bukan adalah kebahagiaan kekal di surga. Seberapa kudus dirimu dalam kerja samamu dengan kehendak Allah, akan menentukan seberapa besar kebahagiaanmu bersama Kami di dalam surga nanti. Ya, setiap orang akan menerima kebahagiaan yang berbeda-beda menurut apa yang layak mereka dapatkan nanti, tapi tidak akan ada iri hati atau dengki. Semua orang akan dipuaskan menurut kapasitas mereka masing-masing. Itulah harapan yang membahagiakan. Demikian segala hal yang harus Aku sampaikan kepadamu dalam tulisan ini.

 

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...