Ignas, kamu meragukan dirimu sendiri, maka kamu meragukan aku, yang menciptakan kamu dan memberikan kamu rahmat untuk menerima aku dan segala hal yang hendak aku katakan bagimu dan bagi seluruh dunia. Tinggalkanlah segala keraguanmu dan dengarkan aku saja. Sebab aku telah memberimu kuasa untuk menghardik dan mewarta kepada dunia. Kalau perlu, sampaikanlah kepada pembimbing rohanimu tentang hal ini. Namun sesungguhnya, aku memberikan kuasa kepada semua pengikut dan muridku untuk melakukan hal ini. Ini adalah kuasa yang aku berikan kepada Gereja secara keseluruhan, apakah kamu berpikir bahwa hanya hierarki yang memiliki kuasa ini?
Gereja adalah tubuhku, dan setiap anggota terhubung denganku sekalipun dia sejauh jarak ujung kaki dan kepala. Masalahnya adalah apakah setiap anggotaku itu ingin menjalin hubungan yang lebih dekat denganku atau tidak? Kamu telah memilih hal yang tepat untuk mendengarkan aku dan menjalin hubungan yang lebih dekat denganku. Dan karena itu kamu mengetahui bahwa kamu sebagai anggota tubuhku yaitu Gereja, memiliki kuasa untuk mewartakan kebenaran kepada dunia. Kelak kamu akan dapat mewarta dengan namamu sendiri, tapi sesungguhnya kamu mewartakan perkataanku dalam satu cara atau yang lain, maka aku menyatakan bahwa ini adalah perkataan kita bersama dalam namaku.
Sebab gagasan yang kamu miliki ini berasal dariku tapi kamu yang merangkai perkataan-perkataan ini. Kamu memahami kebenaran-kebenaran universal dan kamu tinggal merangkai ke dalam perkataan-perkataan ini sehingga sesungguhnya masih merupakan perkataanku, sekalipun dihasilkan oleh otakmu. Orang banyak tidak akan memahami konsep ini, tapi yang penting adalah kamu sendiri memahami bagaimana kita berbicara dan berkomunikasi, bagaimana aku hadir di dalam dirimu dan mewujud dalam setiap perkataan yang kamu tuliskan. Ketahuilah Ignas, kita bersatu lebih erat daripada yang kamu pikirkan. Begitulah persatuan antara aku dan setiap anggota Gereja, hanya saja ada yang menyadarinya dan mengupayakannya, dan ada pula yang tidak menyadarinya dan tidak mengupayakannya.
Kamu sendiri telah memperingatkan sahabatmu tentang rasa kepuasan. Janganlah kamu cepat puas, kepuasan itu hanya perasaan sesaat. Namun pandanglah kekekalan dan janji-janjiku kepadamu. Bertindaklah menurut keseluruhan akal budimu demi dirimu sendiri dan demi aku.
No comments:
Post a Comment