Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Allah yang sejati. Namun aku tidak beroleh bukti apapun untuk percaya. Engkau menganugerahkan aku iman, tapi aku tahu iman itu berdasarkan pengalaman pribadiku bersama-Mu, yang tidak dapat dibuat ulang untuk orang lain. Tuhan, bagiku ini cukup, tapi bagaimana kalau aku hendak membagikan imanku kepada orang lain? Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku bahkan dalam bahaya kehilangan Engkau. Namun karena Kamu tersenyum, aku berpikir bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Yesus: Ignas, sesungguhnya kamu telah melihat bahwa kamu tidak akan kehilangan Aku semudah itu. Sekarang hendaklah kita berbincang-bincang tentang apa yang kamu ragukan. Namun pertama tulislah apa yang kamu kenal dan kamu tahu.
Baiklah Tuhan, aku akan menulisnya. Aku tahu bahwa ada pengalaman, dan ada benda-benda yang bukan pengalaman. Benda-benda menghasilkan pengalaman. Benda-benda berubah, perubahan dan esensi benda-benda dihasilkan oleh satu Sumber. Namun aku tidak mengenal sumber itu. Aku tidak tahu seperti apa hal yang menghasilkan atau menunjang segala hal yang ada.
Yesus: Kamu tahu bahwa yang menunjang segala hal yang ada adalah Kebenaran dan Hukum?
Ya, sejauh itu aku tahu.
Yesus: Maka tenanglah dan bersiaplah. Apakah Kebenaran itu?
Kebenaran adalah kesatuan segala sesuatu.
Yesus: Jelaskan lebih lanjut, Ignas.
Kebenaran adalah fakta dari seluruh kenyataan, suatu catatan abstrak. Namun sesungguhnya Kebenaran tidak lain dan tidak bukan adalah Kenyataan itu sendiri. Hal ini menandakan bahwa Kenyataan sesungguhnya kekal dan tersatukan dalam suatu kesatuan. Sebab jika ada Kebenaran maka Kebenaran itu haruslah kekal dan nyata bagi dirinya sendiri. Sebab ada Kebenaran tentang Allah, maka Allah haruslah ada, dan karena itu secara mutlak Allah ada, hanya saja kita harus menentukan apakah Allah ada di dunia ini atau tidak.
Yesus: Hal itu jauh lebih sulit untuk dilakukan daripada membuktikan keberadaan Allah, yang telah kamu lakukan dengan sangat baik. Aku akan menjelaskan kepadamu tentang cara membuktikan Allah. Pertama, kamu harus dapat membuktikan suatu sistem etika yang sempurna, tanpa mengandalkan Allah. Kedua, kamu harus membuktikan bahwa pada saat yang sama sudah ada Keberadaan yang mengajarkan kamu segala sistem etika itu secara sempurna sejak awal. Ketiga, kamu harus membuktikan segala hal lain yang berkaitan tentang keberadaan Allah di dunia.
Jadi Tuhan, maksud-Mu, Firman adalah tanda utama dari Allah?
Yesus: Benar sekali anakku, sebab dari tanda apapun yang Kami berikan kepadamu, Aku, Sang Firman, dan segala firman dari Sang Firman adalah tanda yang terbesar. Kamu sudah membaca bahwa tanda seorang berasal dari Allah adalah jika ia mengasihi. Artinya tanda keilahian adalah moralitas. Atribut tertinggi Allah adalah Kerahiman. Jadi jika kamu dapat mengenal sistem etika yang sempurna, dan sistem itu dibuat nyata di dunia ini, kamu tahu bahwa yang nyata di dunia ini adalah Allah sendiri, dan itulah kepentingan Aku datang di dunia ini, untuk menyatakan Bapa kita yang ada di surga sebagai Kasih.
Tapi Tuhan, maafkan aku untuk bertanya, jadi kita menyusun doktrin Ilahi dulu baru membuktikannya dan bukan membuktikannya melalui hipotesis?
Yesus: Karena itu aku memintamu untuk menjelaskan Kebenaran. Kebenaran adalah Kenyataan itu sendiri. Dalam hal itu kamu benar. Namun kamu berbelok dari Kebenaran itu sendiri dan berbicara tentang Allah secara terpisah. Harusnya kamu tetap pada Kebenaran itu dan menekannya sampai Dia menyingkap diri-Nya. Dan Aku akan menyingkapkan-Nya bagimu. Jika Kebenaran adalah Kenyataan dan keduanya kekal dan sama, maka Kenyataan itu sendiri mengandung segala Ketidakterbatasan yang tak terbayangkan oleh manusia. Maka Kenyataan itulah Ketidakterbatasan, dan Kenyataan ialah Allah. Sekarang tutuplah tulisan ini dan pada tulisan berikutnya janganlah kamu merengek lagi tapi tulislah tentang sistem etika yang sempurna itu.
No comments:
Post a Comment