Thursday, March 24, 2022

Curahan Pikiran 2

Tentang Kitab Suci. Aku hendak menuliskan apa yang aku pahami tentang Kitab Suci. Kitab Suci memiliki sejarah yang panjang, Perjanjian Lama yang ditulis sejak sebelum Yesus hadir dan Perjanjian Baru yang ditulis sedikit waktu setelah Yesus diangkat ke surga. Setiap kitab dalam Kitab Suci ditulis oleh manusia yang terinspirasi oleh Roh Kudus. Artinya, sekalipun para penulis tidak menulis seolah-olah mereka dirasuki Roh Kudus, mereka dikendalikan Roh Kudus dalam suatu cara sehingga mereka menulis hanya apa yang diinginkan Roh Kudus tertulis, artinya tulisan-tulisan itu tidak dapat salah.

Namun harus dipahami bahwa Kitab Suci tidak hadir secara langsung, melainkan diawali oleh suatu hal yang bernama Tradisi Suci. Tradisi Suci adalah wahyu Ilahi yang diturunkan dan diwariskan secara lisan. Maka Kitab Suci seperti rangkuman dari Tradisi Suci yang sudah ada sejak sebelum Yesus hadir. Kitab Suci kurang lebih adalah bagian-bagian paling penting dari Tradisi Suci sehingga dituliskan, setidaknya itu adalah pemahamanku. Namun Kitab Suci tidak meniadakan atau membuat Tradisi Suci tidak penting lagi, karena Kitab Suci berasal dari Tradisi Suci.

Membaca Kitab Suci sangat baik bagi jiwa. Sebab untaian kata yang tertulis dalam kertas halaman Kitab Suci sekalipun ditulis oleh tangan manusia, tapi direncanakan oleh akal budi Allah. Sebenarnya tanpa konteks Ilahi, kata-kata itu tidak penting dan tidak bermakna. Namun karena kata-kata ini menunjuk kepada Allah dan menjelaskan Allah secara tepat, kata-kata ini menjadi hidup dan dapat mempengaruhi jiwa. Allah dan segala sabda-Nya sesungguhnya satu, jadi saat kita membaca perkataan Ilahi, kita sebenarnya membaca Allah dan membiarkan Allah menyentuh jiwa kita.

Saat Allah menyentuh jiwa kita dan masuk bertahta di inti jiwa kita, kita pelan-pelan diubahkan menjadi manusia yang baru. Pertama, Kitab Suci mengubah moralitas kita secara perlahan-lahan, karena merasuki hati kita dengan perkataan Ilahi yang mulai mengalahkan kegelapan jiwa kita dan menggantinya menjadi terang Ilahi. Kedua, membaca Kitab Suci haruslah dalam suasana doa, karena di situ terjadi konteks Ilahi sehingga perkataan Kitab Suci sungguh menjadi Sabda Tuhan. Kalau tidak, semuanya akan seperti buku manusia biasa yang mati dan tidak berdaya.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...