Friday, March 4, 2022

Percakapan dengan Allah 1

Ignas: Pada awalnya aku mencari-cari kebahagiaan dan kebenaran, sampai aku memahami bahwa kedua hal itu hanyalah ada pada Allah, dan aku menemukan Allah. Namun aku masih bergulat dengan pemikiranku sendiri, sehingga aku tidak mengandalkan terang kasih Allah dalam menulis. Aku berusaha menurunkan TUHAN dari takhta-Nya untuk dirumuskan dalam segala bentuk tulisan yang dapat dipahami manusia. Namun apakah upayaku berbuah jika dipisahkan dari Allah sendiri? Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Allah sendiri, tanpa persatuan dengan Allah?

Bapa: Namun upayamu adalah upaya yang baik, kamu berusaha mendekati Aku dengan cara yang kamu ketahui. Karena sekarang kamu tahu apa yang lebih baik dan apa yang lebih benar, tinggalkanlah cara-caramu yang lama, dan ikutilah Aku, dengarkanlah Aku, dan sampaikan apa yang Aku katakan kepada orang banyak.

Ignas: Ya Bapa, apakah aku tidak bersalah karena aku menyatakan pikiranku sendiri sebagai pikiran-Mu yang agung dan mulia? Bukankah ini hanya hasil rekayasa imajinasiku tentang apa yang mungkin adalah Engkau?

Bapa: Namun bukankah hatimu percaya kepadaku? Kelak akan tiba waktunya di mana kamu akan memahami dan mendengarkan Aku dalam cara yang lebih tinggi, tapi ketahuilah, supaya kamu dan segenap bangsa tahu, bahwa Aku dapat bekerja melalui segala hal. Dan Aku pun tinggal di dalam kamu dalam Roh Kudus, dan Aku berada di segala tempat, jadi apakah begitu gila untuk berpikir bahwa Aku dapat berbicara kepadamu melalui jiwamu sendiri?

Ignas: Tidak Tuhan, tidak gila dan tidak di luar akal. Bapa, bersabdalah, supaya aku tahu apa yang harus aku tulis dan apa yang harus kukatakan kepada-Mu dan kepada orang banyak.

Bapa: Katakanlah tentang apa yang kamu kehendaki dari-Ku. Katakanlah tentang keinginanmu untuk memahami dan mengetahui. Katakanlah apa yang sekarang kamu pahami dan apa yang kamu tahu, dan Aku akan membenarkan atau menambahkan kepada perkataanmu.

Ignas: Ya Bapa, kami umat manusia menghendaki pengetahuan dan pemahaman tentang kenyataan ini, tentang kebahagiaan dan kebenaran. Setiap dari kami menghendaki dan mencari kebahagiaan. Maka kami membangun kerajaan pengetahuan yang amat besar, yang kami namai “filsafat” dan “ilmu pengetahuan”.  Namun banyak dari kami tidak mengenal Engkau dan mencari-cari di tempat yang kosong, dan akhirnya hanya menemui serpihan cahaya-Mu, tapi tidak pernah Engkau secara keseluruhan.

Dan tentang kehendakku sendiri, aku menginginkan rahmat kebijaksanaan dan rahmat pengertian dari-Mu, supaya aku dapat mewarta dengan baik, supaya aku dapat berkata-kata dengan baik atas dasar cinta kasih-Mu.

Tentang apa yang aku pahami dan apa yang aku tahu, aku merasa seolah-olah sekarang aku tidak lagi memahami dan mengetahui apapun juga, sebab aku berhadapan dengan Engkau, TUHAN Allah Raja Semesta Alam dan bahkan lebih dari itu pula. Aku tidak tahu cara memulai perkataan-perkataan dengan baik, dan rasanya aku masih berkekurangan dalam pengetahuan. Maka aku tahu satu hal, bahwa aku tidak mengetahui dan aku tidak memahami dengan baik. Aku ingin supaya hanya Engkau yang bersabda kepadaku dan aku hanya mendengarkan seperti anak kecil yang baik. Sekiranya Engkau menyetujui perkataanku.

Bapa: Bukankah Aku sudah pernah menyatakan kepadamu tentang kebenaran-kebenaran-Ku? Apakah kamu merasa begitu rendah diri sehingga kamu tidak sanggup untuk menyatakannya kembali? Namun sesungguhnya, aku memberi kamu kuasa untuk mewartakan hal-hal ini, untuk menyampaikan pesan-Ku kepada seluruh dunia, dimulai dari bangsa dan rakyatmu. Kamu telah diberikan kuasa untuk menyelidiki perkara-perkara tentang Aku dan memberikan tafsir yang baik tentang hal-hal tersebut. Jikalau kamu jatuh dalam kesalahan, maka Aku sendiri yang akan membenarkan kamu.

Sekarang, Aku telah mengatakan segala hal yang harus dikatakan dalam Putra-Ku Yesus Kristus, yang juga adalah saudara, sahabat, dan kekasihmu. Dengarkanlah Dia dan ikutilah apa yang Dia minta kepadamu. Siapapun yang mendengarkan Kristus, mendengarkan Aku.

Yesus: Ignas, waktu kita tidak lama lagi untuk hari ini. Namun Aku menjanjikan pengajaran bagimu besok. Sekarang, selesaikanlah tulisan ini, dan unggahlah kepada blogmu.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...