Aku tidak menulis atas kehendakku sendiri, melainkan atas kehendak atau permintaan Allah. Sudah beberapa lama sejak Allah pertama kali meminta aku untuk menulis bagi-Nya. Agaknya Dia ingin aku menjadi seorang Thomas Aquinas yang kedua bagi angkatan ini. Pada awalnya aku takut untuk menulis, tapi akhirnya aku berserah kepada Allah dan berusaha memulai tugas ini. Namun aku tidak begitu baik dalam mempersatukan tulisanku dengan Allah, dan kerap kali aku menulis oleh pikiranku sendiri dan bukan oleh pikiran Dia.
Apa yang ingin Allah
aku tuliskan bagi-Nya? Suatu karya buah pemikiran tentang diri-Nya dan relasi
Dia dengan dunia. Awalnya aku ingin menuliskan “filosofis”, tapi aku merasakan
Allah menjauhkan aku dari label itu. Sesungguhnya apa yang aku tulis harus
melebihi filsafat, dan justru adalah perkawinan antara pemikiran manusia dengan
wahyu Ilahi. Isinya memang akan berbau filosofis, tapi ditarik demi suatu
kesatuan yang lebih besar yaitu wahyu Allah. Dalam kata lain, Allah ingin aku
berpikir tentang Dia, dan menulis hasil pikiranku tentang Dia, dan juga menuliskan
pengajaran yang Dia berikan kepadaku tentang diri-Nya sendiri.
Karena tulisan yang
akan aku buat adalah permintaan Allah, kemungkinan besar tulisan-tulisanku juga
akan terinspirasi oleh Dia, selain hanya buah pemikiranku. Karena aku tidak dapat
berpikir oleh daya-dayaku sendiri jika bukan karena pemberian Allah. Untuk
masa-masa awal ini, aku akan menulis pemikiranku dan pengajaran Allah dalam
suatu cara, di mana akan ada dialog yang sungguh menampilkan pengajaran Allah dan
pemikiranku secara terbedakan. Namun barangkali pada masa yang akan datang aku
akan menulis wahyu Ilahi dalam suatu cara yang berbeda seiring tata penerimaan
wahyu di dalam diriku berkembang.
Ini adalah tulisan terakhir
di mana aku hanya menulis atas dasar pikiranku sendiri.
No comments:
Post a Comment