Friday, March 4, 2022

Permintaan Allah

Aku tidak menulis atas kehendakku sendiri, melainkan atas kehendak atau permintaan Allah. Sudah beberapa lama sejak Allah pertama kali meminta aku untuk menulis bagi-Nya. Agaknya Dia ingin aku menjadi seorang Thomas Aquinas yang kedua bagi angkatan ini. Pada awalnya aku takut untuk menulis, tapi akhirnya aku berserah kepada Allah dan berusaha memulai tugas ini. Namun aku tidak begitu baik dalam mempersatukan tulisanku dengan Allah, dan kerap kali aku menulis oleh pikiranku sendiri dan bukan oleh pikiran Dia.

Apa yang ingin Allah aku tuliskan bagi-Nya? Suatu karya buah pemikiran tentang diri-Nya dan relasi Dia dengan dunia. Awalnya aku ingin menuliskan “filosofis”, tapi aku merasakan Allah menjauhkan aku dari label itu. Sesungguhnya apa yang aku tulis harus melebihi filsafat, dan justru adalah perkawinan antara pemikiran manusia dengan wahyu Ilahi. Isinya memang akan berbau filosofis, tapi ditarik demi suatu kesatuan yang lebih besar yaitu wahyu Allah. Dalam kata lain, Allah ingin aku berpikir tentang Dia, dan menulis hasil pikiranku tentang Dia, dan juga menuliskan pengajaran yang Dia berikan kepadaku tentang diri-Nya sendiri.

Karena tulisan yang akan aku buat adalah permintaan Allah, kemungkinan besar tulisan-tulisanku juga akan terinspirasi oleh Dia, selain hanya buah pemikiranku. Karena aku tidak dapat berpikir oleh daya-dayaku sendiri jika bukan karena pemberian Allah. Untuk masa-masa awal ini, aku akan menulis pemikiranku dan pengajaran Allah dalam suatu cara, di mana akan ada dialog yang sungguh menampilkan pengajaran Allah dan pemikiranku secara terbedakan. Namun barangkali pada masa yang akan datang aku akan menulis wahyu Ilahi dalam suatu cara yang berbeda seiring tata penerimaan wahyu di dalam diriku berkembang.

Ini adalah tulisan terakhir di mana aku hanya menulis atas dasar pikiranku sendiri.

No comments:

Post a Comment

Dialog Diri 3

 Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...