Rahmat demi rahmat, kejatuhan demi kejatuhan. Aku tidak tahu kenapa tapi setiap kali aku merasakan menerima rahmat Allah, aku hanya membuangnya dengan percuma. Aku jatuh berkali-kali dalam dosa kemalasan, kedaginganku. Aku tahu jalan-jalan keluarnya, tapi aku menolak itu dengan hatiku. Hatiku ingin berjuang tanpa berjuang, bertindak tanpa bertindak, bekerja keras tanpa bekerja keras, menderita tanpa menderita. Aku ingin menjadi kuat dan mampu memilih yang benar selalu. Namun bukan itu jalan Allah. Jalan Allah adalah jalan kelemahan, di mana aku sungguh berjuang, sungguh bertindak, sungguh bekerja keras, dan sungguh menderita. Aku hanya perlu bertahan dan terus berjuang untuk melaksanakan kehendak Allah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dialog Diri 3
Pengadilan sudah dimulai. Hakim yaitu Allah akan mengadili Ignas sebagai terdakwa. Gugatan hukum yang dilayangkan adalah kehilangan arah da...
-
Tulisan ini adalah rekoleksi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi selama tahun ke-19 hidupku, waktu terjadinya banyak hal yang sangat pent...
-
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudu...
-
Amidst the writings of the world, those which have been, those which are, those which will be, and those which will never be, there is a bo...
No comments:
Post a Comment