Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
Pada saat ini aku
menulis dalam kondisi jiwa yang sakit, haus dan lapar akan Tuhan. Karena itu
aku tidak dapat menulis renungan dengan baik sepenuhnya. Bacaan pertama mengisahkan
suatu nubuat bahwa Allah menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Ini
adalah intisari bacaan dalam mataku, sisanya hanya penjelasan. Ini adalah
harapan kita, saat Yesus datang kembali ke dunia ini dan seluruh semesta,
langit dan bumi, diperbaharui dan Allah menciptakan yang baru. Itulah harapan
kita.
Aku pun berharap
seperti itu, tapi aku merasa sakit saat menunggu, itulah salibku. Bacaan Injil
mengisahkan tentang iman seorang pegawai istana yang percaya pada Kristus dan
anaknya dihidupkan kembali. Di sini kita diajak untuk percaya pada Allah
sepenuhnya tanpa harus melihat dengan mata jasmani kita. Karena itu Yesus
berkata, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” Dulu
aku terpesona oleh tanda dan mujizat, tapi sekarang aku hanya peduli dengan
kedekatanku dengan Allah, dengan Allah sendiri. Itu saja yang aku pedulikan,
dan aku rasa yang harus kita pedulikan. Jangan sampai kita terfokus pada
mujizat dan pada tanda, melainkan pada Allah saja.
No comments:
Post a Comment