Sebagai orang beriman, aku dipanggil untuk percaya akan Allah, bukan hanya percaya bahwa Allah ada, tapi percaya kepada Firman Allah. Menariknya, kepercayaan ini, atau yang disebut dengan iman, membutuhkan kepercayaan akan diri sendiri, atau iman akan diri sendiri. Bagaimana memahami hal ini? Pemahaman ini dicapai dengan pertanyaan sederhana, bagaimana kita tahu bahwa suatu perkataan adalah Firman Allah? Mungkin solusi sederhananya adalah dengan menyatakan bahwa perkataan tersebut bersumber dari Gereja, tapi muncul pertanyaan berikutnya, apakah bukti bahwa Gereja benar?
Pada akhirnya kita
dihadapkan dengan perkara bahwa kita sendiri yang harus memutuskan apakah
Gereja benar atau tidak, apakah suatu pernyataan sungguh berasal dari Allah
atau hanya dari manusia. Maka jika kita tidak memiliki kepercayaan pada
kemampuan diri kita untuk mengenal kebenaran, hancurlah kita. Sekalipun kita
memutuskan untuk tidak percaya, sebenarnya kita percaya bahwa kita tidak dapat
dipercaya, dan kita mengimani hal tersebut sebagai benar, artinya kita tetap
percaya pada diri ktia sendiri. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa iman
akan Allah pertama kali bersumber pada iman akan diri kita sendiri.
Namun ada cara lain
untuk memandang ini, terutama dari segi moral. Kepercayaan akan diri yang
mutlak dapat mengarahkan pada kesombongan rohani yang berbahaya bagi semua
orang, bukan hanya bagi diri. Maka iman akan diri ini harus diseimbangkan
dengan iman akan Allah. Sehingga kita percaya pada diri kita bukan karena kita
percaya pada diri kita, tapi justru karena kita pertama kali percaya kepada
Allah. Kita beriman bahwa Allah telah menciptakan kita dengan baik sehingga
kita dapat mengenali Dia dengan baik. Dengan ini kita dapat menyimpulkan bahwa
dalam perspektif ini, kepercayaan akan diri sendiri berdasar pada iman yang
teguh akan Allah.
Pada akhirnya, iman
akan diri sendiri dan iman akan Allah penting untuk mengarungi hidup ini. Iman
akan diri sendiri penting karena menjadi dasar dari pengenalan akan Allah dan
menjadi cara untuk memperkuat iman kepada Allah. Tanpa iman akan diri sendiri,
segala kebenaran tidak dapat diperoleh. Iman akan Allah menjadi dasar dari iman
akan diri sendiri dan memperbolehkan kita untuk percaya kepada diri kita sendiri.
Tanpa iman akan Allah, kita tidak dibenarkan dalam kepercayaan diri kita. Kedua
iman ini bekerjasama, dengan iman akan Allah sebagai iman yang lebih tinggi,
untuk mengetahui kebenaran dunia ini dan hidup oleh Kebenaran itu.
No comments:
Post a Comment