Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
Aku merasa seolah-olah
Allah memberikan aku bacaan-bacaan yang sulit untuk direnungkan atau
ditafsirkan atau setidaknya menantang. Namun ini adalah panggilan Ilahi jadi
mau tidak mau aku harus mengerjakannya. Pada hari ini kita diingatkan tentang
hukum Taurat. Pada bacaan pertama Musa mulai memberikan peraturan-peraturan
Taurat kepada bangsa Israel. Di situ muncul beberapa kata yang menarik
perhatianku, yaitu “kebijaksanaan”, “akal budi”, “dekat”, dan “adil”. Hal ini
memberikan kita beberapa petunjuk mengenai kodrat hukum Taurat.
Hukum Taurat disusun
Allah sedemikian rupa sehingga membuat para pelaksananya, dalam hal ini bangsa Israel,
bijaksana dan berakal budi. Hal ini dapat diterima dengan iman bahwa jika kita
melaksanakan hukum Tuhan kita akan menjadi lebih dekat dan serupa dengan Allah,
termasuk dalam kebijaksanaan-Nya. Hukum Taurat adalah lambang kedekatan Allah
dengan bangsa-Nya, bahwa Allah begitu dekat sehingga mau menyampaikan peraturan-peraturan-Nya
sendiri kepada Israel. Hukum Taurat adalah adil, karena Allah adalah adil, maka
hukum-Nya pasti adil dan lebih adil dari segala hukum manusia.
Segala ini dilanjutkan
sekian ratus tahun berikutnya oleh Yesus dalam Injil. Yesus menyatakan bahwa Dia
tidak akan menghapus hukum Taurat melainkan “menggenapinya”. Apakah maksud
menggenapi hukum Taurat, dan lebih penting lagi apa yang dimaksud Yesus dengan “hukum
Taurat”? Sepertinya Yesus memiliki pemahaman-Nya tersendiri tentang esensi
hukum Taurat, yang adalah roh dari huruf 613 hukum Taurat. Sesungguhnya hukum
Taurat adalah nubuat akan Kristus, bahwa kelak akan ada seorang manusia yang
akan taat sepenuhnya pada Allah, dan itu digenapi oleh Yesus Kristus.
Maka tidak mungkin
maksud Yesus adalah bahwa kita harus mengikuti seluruh huruf hukum Taurat sampai
sekecil-kecilnya. Karena setahuku, sejak sejarah Gereja awal pun para rasul
tidak pernah mengatakan bahwa kita harus menaati hukum Musa secara penuh.
Artinya hukum Taurat yang dimaksud Yesus dan hukum Musa tidak sepenuhnya sama.
Kalau ya, artinya seluruh Gereja sudah membangkang Kristus, tapi tentu tidak
seperti itu. Maksud Yesus yang terdalam adalah tentu saja perintah tertinggi dalam
hukum Taurat dan seluruh kitab para nabi, yaitu untuk mengasihi Allah dan
mengasihi sesama.
Kalau hukum Taurat
yang dikatakan Yesus artinya adalah hukum Tuhan, dan roh hukum yang di balik
613 hukum Taurat, artinya jelas. Yesus menegaskan bahwa siapapun yang mengubah
hukum Tuhan akan menempati tempat yang rendah di dalam kerajaan Allah. Namun
barangsiapa yang menaati seluruh hukum Tuhan secara rohani, maka dia akan menempati
tempat tinggi di kerajaan Sorga. Oleh karena itu, marilah kita berupaya untuk
terus menaati hukum Tuhan tanpa melalaikan satu pun. Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment